KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Kondisi jalan “hamil” akibat aspal terangkat terjadi di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Kerusakan ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama karena ruas tersebut menjadi jalur penghubung utama Samarinda-Tenggarong, Kukar. Keluhan warga pun terus berdatangan ke pihak kelurahan.
Aspal yang menggelembung membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terangkat saat melintas. Kondisi ini semakin berisiko karena sebagian pengendara melaju dengan kecepatan tinggi, terutama dari arah turunan dan tanjakan di sekitar lokasi.
Lurah Bukit Pinang Eko Purwanto mengatakan keluhan dari warga sudah disampaikan sejak beberapa waktu lalu. Namun, karena status jalan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pihak kelurahan hanya bisa meneruskan permohonan perbaikan.
“Memang ada keluhan warga, dan itu sudah kami tindak lanjuti. Tapi sampai sekarang perbaikannya memang belum dilaksanakan,” ujarnya, dikonfirmasi, Senin (19/1).
Menurutnya, selama perbaikan belum dilakukan, langkah antisipasi paling mendesak adalah pemasangan rambu peringatan. Hal itu penting agar pengendara lebih waspada saat melintasi titik jalan yang bermasalah tersebut.
Eko mengungkapkan, pihaknya sempat meninjau langsung kondisi jalan dan merasakan dampaknya. Kendaraan bisa terangkat jika melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat penerangan jalan terganggu. “Kalau motor itu bisa ‘jumping’, mobil juga terasa terangkat. Apalagi kalau orang ngebut dari bawah, itu sangat rawan,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi jalan yang terangkat tersebut sudah berlangsung cukup lama, diperkirakan lebih dari enam bulan. Pihak kelurahan juga telah menyiapkan surat resmi yang akan disampaikan ke Dinas PUPR-Pera Kaltim agar segera dilakukan penanganan.
Meski belum ada laporan kecelakaan resmi, Eko menilai pencegahan harus segera dilakukan agar kejadian fatal tidak terjadi. “Kami harapkan paling tidak dipasang rambu-rambu dulu supaya masyarakat tahu dan lebih berhati-hati, sambil menunggu perbaikan dari provinsi,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani