KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–PT Kimia Alam Subur (KAS) mempresentasikan rencana kerja sama pengelolaan sampah ramah lingkungan kepada Pemkot Samarinda, dengan menggunakan teknologi pirolisis berbasis produk.
Paparan tersebut disampaikan langsung kepada wali kota Samarinda dalam pertemuan yang digelar, Rabu (21/1).
Direktur PT KAS Ermawan Wibisono mengatakan, pihaknya menawarkan konsep pengolahan sampah dengan pendekatan waste to product, yakni mengubah sampah menjadi produk bernilai guna tanpa membebani anggaran daerah.
“Kami ingin bersama-sama bekerja sama dengan Pemkot Samarinda dalam pengelolaan sampah menggunakan teknologi pirolisis. Teknologi itu memang belum diimplementasikan di Indonesia, tetapi sudah terbukti dan digunakan di luar negeri,” ujar Ermawan, Rabu (21/1).
PT KAS menggandeng prinsipal teknologi asal luar negeri, Co Energy, yang telah melakukan riset pengolahan sampah berbasis pirolisis selama sekitar 20 tahun. Paparan awal tersebut disambut positif Wali Kota Samarinda Andi Harun, meski masih memerlukan penajaman proposal secara teknis.
“Pak wali menyambut baik. Beliau meminta proposal yang lebih detail dan kemungkinan akan kami lengkapi pada pertemuan selanjutnya,” jelasnya.
Dia menguraikan, teknologi pirolisis memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya mampu menghasilkan tiga jenis produk. Produk pertama berupa cairan petrochemical yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Produk kedua biochar, dapat digunakan sebagai pupuk atau karbon aktif untuk merekonstruksi tanah, termasuk tanah gambut dengan tingkat pH tinggi. Sementara produk ketiga adalah syngas, yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar reaktor.
“Kapasitas reaktor kami 25 ton per jam. Dalam satu hari bisa memproses hingga 500 ton sampah,” ungkapnya.
Editor : Dwi Restu A