Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pembangunan Insinerator Tuntas, DLH Fokus Rampungkan Akses dan Sarana Pendukung

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 26 Januari 2026 | 18:35 WIB
SIAP UJI COBA: Delapan dari 10 unit insinerator yang telah terpasang siap menuju tahap uji coba. HAFIZ/KP
SIAP UJI COBA: Delapan dari 10 unit insinerator yang telah terpasang siap menuju tahap uji coba. HAFIZ/KP

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Upaya Pemkot Samarinda menuntaskan persoalan sampah kian mendekati tahap akhir. Setelah pembangunan fisik dinyatakan rampung, fasilitas insinerator kini bersiap memasuki fase uji coba dan operasional, seiring dikebutnya penyelesaian akses jalan serta sarana pendukung di sejumlah titik lokasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso menyampaikan, hal tersebut usai memaparkan progres pembangunan insinerator kepada wali kota Samarinda, Senin (26/1).

Suwarso menjelaskan, pembangunan gedung insinerator beserta bangunan pendukungnya telah rampung 100 persen. Sementara untuk unit mesin, dari total 10 insinerator yang direncanakan, delapan unit telah selesai dirakit. “Dua unit lainnya masing-masing di Handil Bakti dan Simpang Pasir, masih dalam proses perakitan,” ujarnya, Senin (26/1).

Selain pembangunan fisik, paparan juga membahas penyelesaian sarana pendukung, seperti akses jalan menuju lokasi insinerator, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), serta sambungan air.

Untuk akses jalan menuju lokasi insinerator yang belum memadai di tujuh titik, dengan panjang bervariasi mulai 35 meter hingga sekitar 200 meter. “Tujuh lokasi itu berada di Handil Bakti, Simpang Pasir, Baqa, Jalan Wangi, Tani Aman, Bukit Pinang, dan Lempake,” sebut Suwarso.

Untuk perbaikan dan pengerasan akses jalan, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp3 miliar dan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pekerjaan ditargetkan mulai dikerjakan pekan depan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.

Untuk pengadaan LPJU dianggarkan sekitar Rp 181 juta untuk pemasangan 21 tiang di empat lokasi, yakni di Baqa, Simpang Pasir, Tani Aman, dan Handil Bakti. Adapun lima lokasi lainnya telah memiliki penerangan yang memadai. “LPJU itu penting karena aktivitas pengangkutan dan operasional insinerator banyak dilakukan pada malam dengan kendaraan bermuatan berat,” jelasnya.

Untuk sambungan air sebagian besar telah terpasang dan tersisa satu lokasi yang masih dalam proses penyelesaian. Air dibutuhkan untuk mendukung sistem hidropengolahan uap pada mesin insinerator.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), rekrutmen operator disebut telah mencukupi di beberapa titik yang telah diuji coba, seperti Polder Air Hitam, Lok Bahu, Bukit Pinang, dan Lempake. Sementara lokasi lainnya masih dalam tahap seleksi sembari menunggu rampungnya perakitan dan uji coba mesin.

Suwarso menegaskan, secara teknis insinerator sudah bisa dioperasikan. Namun operasional penuh menunggu kesiapan akses jalan agar pengangkutan sampah dengan muatan berat dapat dilakukan dengan aman. “Mesinnya harus diuji coba. Tapi akses jalan ini krusial supaya tidak terjadi kecelakaan saat pengangkutan sampah,” tegasnya.

Perhatian juga diberikan pada keselamatan kerja. DLH mengusulkan penambahan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja, termasuk pakaian tahan panas. “Pak wali kota menekankan pentingnya perlindungan pekerja karena bekerja di suhu tinggi. Ini akan kami usulkan agar bisa diakomodasi,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#DLH #sampah #samarinda #insinerator