Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Begini Respons Korban Kebakaran di Samarinda Seberang yang Rumahnya Habis

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:55 WIB
TERIMA BANTUAN: Warga terdampak kebakaran di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Abu Bakar, Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang, menerima bantuan dari Pemkot Samarinda, Kamis (29/1). HAFIZ/KP
TERIMA BANTUAN: Warga terdampak kebakaran di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Abu Bakar, Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang, menerima bantuan dari Pemkot Samarinda, Kamis (29/1). HAFIZ/KP

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Musibah kebakaran yang menghanguskan delapan rumah di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Abu Bakar, Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang, Kamis, 8 Januari 2026 lalu sekitar pukul 02.20 Wita, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Sejumlah warga kehilangan seluruh harta benda dan hanya sempat menyelamatkan diri.

Tiga pekan pascakejadian, harapan masyarakat tumbuh setelah Pemkot Samarinda menyerahkan bantuan langsung kepada sembilan kepala keluarga (KK), Kamis (29/1). Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.

Salah satu korban kebakaran, Indah Cahyani (28) bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemkot Samarinda. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk memulai kembali kehidupan pascakebakaran.

“Terima kasih dengan adanya bantuan ini. Kami bersyukur sekali karena dengan bantuan kami bisa membangun sedikit demi sedikit pondok-pondok dan rumah kami,” ujarnya.

Indah menuturkan, bantuan yang diterima berupa uang tunai dan sembako. Dia menilai bantuan tersebut cukup untuk membantu kebutuhan awal korban kebakaran. “Bantuannya berupa uang tunai dan sembako. Alhamdulillah cukup, bahkan lebih dari cukup. Kami betul-betul berterima kasih kepada wakil wali kota Samarinda atas bantuan ini,” ungkapnya.

Dia juga menceritakan detik-detik saat kebakaran terjadi. Api dengan cepat membesar sehingga tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari dalam rumah. “Itu rumah saya. Tidak ada sama sekali yang saya bawa, hanya pakaian yang melekat di badan. Api sudah besar sekali, yang terpenting waktu itu hanya menyelamatkan anak dan keselamatan masing-masing,” tuturnya.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, saat sebagian besar warga masih terlelap. Kondisi tersebut membuat para korban tidak sempat menyelamatkan harta benda.

Indah menambahkan, setiap kepala keluarga yang terdampak menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Dari peristiwa tersebut, delapan rumah terbakar dan dua rumah lainnya terdampak. “Total sembilan KK semuanya menerima bantuan. Alhamdulillah semuanya dapat,” pungkasnya.

Editor : Dwi Restu A
#Rumah Habis Terbakar #samarinda #kebakaran #korban