SAMARINDA- Kecamatan Samarinda Seberang menyambut penetapan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Kuliner khas yang berkembang di kawasan tersebut akan terus disosialisasikan agar makin dikenal luas. Salah satu langkah konkretnya, kecamatan menyiapkan ruang wisata belanja dan kuliner di halaman kantor camat mulai usai Ramadan 2026.
Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan kegiatan itu akan dikemas dalam segmen Minggu Pagi dengan konsep jajanan khas lokal. Warga Seberang maupun dari wilayah lain dipersilakan datang menikmati aneka kuliner tradisional. “Setelah Lebaran dimulai. Minggu pagi jadi media promosi jajanan khas lokal,” ujarnya, dikonfirmasi Kamis (19/2).
Selama Ramadan, pihak kecamatan juga aktif menyambangi pasar-pasar Ramadan untuk mendorong promosi kuliner tradisional. Beragam kue unik hingga makanan khas diperkenalkan sebagai penggerak ekonomi warga. “Kami ingin ini jadi pemicu ekonomi masyarakat, karena perputaran makanan itu cepat dan selalu ada pembeli,” ucapnya.
Baca Juga: Amplang, Amparan Tatak dan Bubur Peca dari Samarinda Resmi Diakui sebagai WBTbI Nasional
Dia menyebut, selain Bubur Peca, nantinya akan hadir bubur Baqa hingga sokko yang selama ini identik dengan penjualan malam hari. Kecamatan memilih membuka segmen pagi agar tidak mematikan pelaku usaha yang sudah lebih dulu berjualan malam. “Ini bukan saingan, tapi lebih ke promotif. Kalau ternyata ramai dan mau buka di hari lain, tidak apa-apa. Minggu pagi ini media promosi saja,” sebutnya.
Ia juga membuka ruang bagi kegiatan masyarakat seperti senam pagi agar kawasan kantor kecamatan menjadi pusat aktivitas warga, termasuk pada malam Minggu. Kolaborasi dengan dinas terkait diarahkan untuk mengangkat sisi budaya dari kuliner lokal yang berkembang di Samarinda Seberang. “Meski pembuatnya banyak dari Sulawesi, berkembangnya di sini dan sudah menjadi khas Samarinda Seberang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penetapan WBTbI tahun 2025 menempatkan Samarinda sebagai satu-satunya kota di Kaltim yang menerima tiga sertifikat, yakni untuk Amplang Samarinda, Amparan Tatak, dan Bubur Peca, yang diserahkan dalam Apresiasi WBTb Indonesia pada 15 Desember 2025 di Gedung A, Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki