SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda memprediksi volume sampah akan meningkat selama Ramadan. Meski begitu, pelayanan pengangkutan dipastikan tetap berjalan normal di seluruh titik. Warga pun diminta disiplin membuang sampah pada pukul 18.00–06.00 Wita agar tidak terjadi penumpukan di TPS.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limba B3 (PSLB3) DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar mengatakan tren kenaikan sampah saat Ramadan hampir selalu terjadi setiap tahun. Peningkatan diperkirakan berada di kisaran 10–20 persen dan bisa melonjak lebih tinggi mendekati Idulfitri.
“Kami tetap mengimbau warga supaya bisa mematuhi jam buang yang sudah ditetapkan, karena itu sangat membantu kami di lapangan dan mengurangi komplain dari lingkungan sekitar,” ujarnya, Minggu (22/2).
Dia menjelaskan, saat ini terdapat 82 TPS yang terlayani dengan dukungan 71 armada, serta 108 sopir. Sistem kerja dibagi dalam beberapa shift, yakni sore, tengah malam, subuh, dan pagi hari. “Satu kendaraan ada yang dipakai dua sopir. Kami optimalkan angkutan malam, sementara siang sudah kami kurangi. Sistem ini akan sangat bagus kalau didukung jam pembuangan yang tertib,” jelasnya.
Menurutnya, potensi lonjakan terbesar biasanya terjadi pada malam Lebaran atau H-1 Idulfitri. Namun sejauh ini kondisi masih terkendali. Jika ada keterlambatan pengangkutan, umumnya disebabkan faktor teknis seperti kerusakan kendaraan atau keterbatasan SDM. “Kalau ada ledakan volume sampah yang sifatnya situasional, akan kami laporkan dan turunkan tim tambahan,” tegasnya.
DLH juga menyiapkan skema cadangan dengan mengalihkan sebagian petugas yang biasa menangani parit dan gotong royong untuk membantu pengangkutan di TPS yang overload. Selain itu, evaluasi armada terus dilakukan guna meminimalkan gangguan operasional saat hari raya. “Kami antisipasi agar sampah tidak menumpuk,” ujarnya.
Dia menambahkan, dalam mengantisipasi kondisi darurat, DLH membuka peluang kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam peminjaman alat berat. Langkah itu dinilai efektif mempercepat proses bongkar muat jika sampah meluber dari kontainer.
“Kalau pakai tenaga manual, satu dump truk bisa dua jam lebih. Dengan alat berat mungkin setengah jam sudah maksimal,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki