KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Video keluhan warga soal tempias air hujan di kawasan Pasar Pagi kembali beredar di media sosial. Kondisi tersebut menjadi sorotan publik, mengingat persoalan serupa sebelumnya juga pernah terjadi dan belum ada penanganan.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan penanganan tempias di Pasar Pagi sudah masuk program kerja tahun ini, dan telah dialokasikan anggarannya. "Lagi dikerjakan. Soal tempias itu sudah ada alokasi anggarannya dalam DPA di Dinas Perdagangan. Itu bukan isu baru, sudah saya sampaikan beberapa waktu lalu," ujarnya, Senin (23/2).
Menurutnya, pengerjaan tidak bisa dilakukan secara instan, harus melalui tahapan administrasi dan prosedur yang berlaku. Seluruh proses, mulai lelang hingga masa sanggah, wajib dijalankan agar tidak menyalahi aturan. "Tidak ada yang bisa dikerjakan langsung jadi. Harus ada proses lelang, ada masa sanggah sekitar satu bulan. Kalau itu dilewati, justru melanggar hukum," tegasnya.
Dia juga mengapresiasi kepada media yang terus menyampaikan informasi dari masyarakat. Namun, dia menegaskan jajarannya tidak boleh bekerja hanya karena tekanan pemberitaan. "Media kita terima sebagai informasi. Tapi jangan bergerak karena terdesak media. Semua sudah masuk dalam kerangka program. Tinggal menunggu prosesnya," kata AH.
Wali kota meminta masyarakat bersabar karena pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut, sesuai mekanisme yang berlaku. "Sudah ada programnya, sudah ada dananya. Tinggal mengikuti prosedur yang ada," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A