Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PUPR Siapkan Rp 5 Miliar, Longsor Jalur Merdeka-Pelita Ditangani Tahun Ini

M Hafiz Alfaruqi • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:01 WIB

RAWAN LONGSOR: Longsor kerap terjadi di jalur Merdeka-Pelita 3, Sambutan. PUPR siapkan Rp 5 miliar untuk penanganan.
RAWAN LONGSOR: Longsor kerap terjadi di jalur Merdeka-Pelita 3, Sambutan. PUPR siapkan Rp 5 miliar untuk penanganan.

 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Jalur alternatif penghubung Jalan Merdeka-Pelita 3, Kecamatan Sambutan, kembali jadi sorotan. Setelah beberapa kali terdampak longsor, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda memastikan penanganan sudah masuk dalam perencanaan tahun ini.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Samarinda Budy Santoso menyebut, anggaran sekitar Rp 5 miliar telah disiapkan khusus untuk penanganan longsoran di kawasan tersebut.

"Memang itu sudah diprediksi ada potensi longsor. Makanya tahun ini sudah kami anggarkan untuk penanganannya," ujarnya, Selasa (24/2).

Berbeda dengan metode turap atau penahan tebing permanen, PUPR memilih opsi penggalian pada titik longsor. Material tanah yang rawan akan digali sekitar 5–10 meter agar jika terjadi longsor, tidak lagi mengenai badan jalan.

"Kalau diturap, nanti ada konsekuensi dengan pemilik lahan. Belum tentu diizinkan. Jadi lebih aman kita gali saja. Kalau digali, potensi material longsor ke badan jalan bisa dihindari," jelasnya.

Untuk sisi Jalan Merdeka, PUPR memastikan penanganan sebelumnya telah selesai. Titik longsor terbaru berada di sisi arah Pelita 3. Saat ini, tim UPTD PUPR telah melakukan pembersihan material longsor sebagai langkah darurat agar jalur tetap bisa dilalui.

"Sekarang sudah bisa dilalui. Saat ini masih tahap tanggap darurat untuk pembersihan," kata Budy.

Dari hasil analisis perencanaan terdapat sedikitnya lima titik rawan longsor di jalur tersebut, terutama pada area tebing tinggi dan blind spot. Namun, penanganan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.

Anggaran Rp 5 miliar tersebut difokuskan untuk penanganan longsoran. Sementara drainase akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama untuk mencegah aliran air memotong badan jalan yang dapat memicu longsor baru.

"Kalau di posisi tebing, pasti ada drainase untuk pencegahan. Tapi biasanya tidak panjang, hanya untuk mengamankan titik rawan," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#jalan tembus #samarinda #longsor