KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tempias di gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota menjadi perhatian pemerintah. Meski demikian dinas terkait selaku pengelola pasar, belum bisa melakukan perbaikan.
Dinas Perdagangan Samarinda masih menunggu penugasan resmi terkait perbaikan tempias di gedung baru Pasar Pagi. Hingga kini, desain teknis sudah dinyatakan final, namun belum ada kepastian soal penganggaran dan pelaksana teknis.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan kontraktor terkait konsep penanganan.
Desain yang disiapkan menggunakan sistem jendela geser ke samping dengan material rangka aluminium serta mika akrilik agar tidak terlalu berat.
“Secara desain sudah oke. Tinggal memastikan ini dikerjakan oleh siapa dan penganggarannya di mana,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, untuk bagian tangga yang anak pijaknya terlalu renggang dipastikan akan ikut diperbaiki. Perbaikan itu dinilai penting demi keselamatan pengunjung dan pedagang.
Menurutnya, sejak awal pembangunan gedung memang berada di bawah koordinasi Dinas PUPR. Karena itu, secara teknis pihaknya menganggap lebih selaras bila perbaikan juga ditangani instansi yang sama.
“Kalau memang ada DPA-nya di Disdag, tentu kami siap mengawal. Tapi sampai hari ini kami belum menerima informasi resmi,” tegasnya.
Nurrahmani mengakui sebelumnya sempat dilakukan survei dan pemasangan tirai besi sebagai solusi sementara. Namun, tirai dinilai kurang efektif karena menimbulkan suara keras saat hujan disertai angin dan berisiko terdorong arah angin.
Sebagai gantinya, sistem sliding dianggap lebih aman dan fleksibel. Pedagang dapat membuka-tutup dengan mudah tanpa risiko rel terlepas saat terburu-buru.
“Kontraktor berencana memasang prototype dalam beberapa hari ini, kemungkinan di lantai dua atau tiga. Nanti kita lihat efektivitasnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo