SAMARINDA-Kasus kehilangan helm beberapa waktu lalu terjadi di area parkir gedung baru Pasar Pagi Samarinda. Minimnya pengawasan disebut menjadi salah satu faktor, meski lokasi parkir berada di area tertutup di lantai dasar dengan pintu masuk dan keluar yang terpisah.
Saat ini pengelolaan parkir masih ditangani sementara oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Hotmarulitua Manalu memastikan pengamanan tetap berjalan pascakejadian, yang diperkirakan Januari lalu. Pengawasan dilakukan melalui penempatan personel di lapangan, sembari menunggu sistem pendukung seperti CCTV bisa dipasang.
“Untuk sementara ada enam sampai tujuh personel kami yang berjaga di lokasi parkir,” ujarnya, dikonfirmasi Kamis (26/2). Manalu menyebut terkait pengadaan CCTV, masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Ia menilai kebutuhan perangkat harus dihitung berdasarkan survei titik dan kondisi lapangan. “Jumlah dan posisinya belum kita survei, jadi belum bisa bicara angka anggaran,” jelasnya.
Dishub, lanjut dia, berharap proses lelang operator pengelola gedung segera dilakukan. Dengan begitu, penyediaan dan pengelolaan CCTV dapat langsung ditangani pihak operator. “Kami berharap tim BPKAD segera melelang operator gedung Pasar Pagi, supaya fasilitas seperti CCTV bisa langsung mereka siapkan,” terangnya.
Baca Juga: Disdag Samarinda Tunggu Penugasan, Perbaikan Tempias di Pasar Pagi Siap Dikawal
Saat ditanya perkembangan lelang operator pengelola parkir, Manalu mengaku masih berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kerangka acuan kerja disebut sudah rampung, namun proses lelang dinilai berjalan lambat.
Sebagai langkah antisipasi, petugas di lapangan juga diminta melakukan pencatatan kendaraan dan helm milik pengunjung. Jika terjadi kehilangan, masyarakat diminta segera melapor agar dapat dilakukan identifikasi dan verifikasi. “Kalau ada laporan kehilangan, tentu kami lakukan justifikasi dulu, benar atau tidak kejadiannya,” tegasnya.
Ia pun mengimbau pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan pribadi. “Masukkan helm ke dalam jok motor. Itu lebih aman daripada ditaruh di spion,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki