Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rekrutmen Sekolah Rakyat Samarinda Tunggu Arahan Kemensos, Cek Skemanya

Denny Saputra • Minggu, 1 Maret 2026 | 19:35 WIB

Sofyan Agus.
Sofyan Agus.


SAMARINDA-Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Samarinda terus berjalan. Namun, penerimaan peserta didik baru masih menunggu arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda memastikan rekrutmen belum bisa dilakukan sebelum ada petunjuk resmi dari pusat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Samarinda, Sofyan Agus, menjelaskan pihaknya tidak ingin mendahului kebijakan. Selama surat dan kuota belum turun, proses penjaringan resmi belum dibuka. “Untuk penerimaan peserta didik baru kami masih menunggu arahan dari Kemensos. Kalau belum ada arahan rekrutmen, ya kami tidak akan melaksanakan,” ujarnya, Minggu (1/3).

Sementara itu, pembangunan fisik sekolah di depan Stadion Utama Palaran, Kecamatan Palaran yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum terus dikebut. Dinsos berharap fasilitas baru bisa digunakan pada tahun ajaran mendatang. “Mudah-mudahan tahun ajaran sudah bisa digunakan, tapi waktu pastinya kami belum dapat informasi dari Kementerian PUPR karena mereka yang membangun,” jelasnya.

Baca Juga: Jalan Tembusan Sultan Sulaiman-Gerilya Masih Rawan, UPTD Siagakan Alat Berat

Meski demikian, Agus menyebut, jika pembangunan di lokasi tersebut belum rampung, kegiatan belajar tetap berjalan di tempat eksisting yakni di BPMP dan BPVP. Dinsos sudah berkoordinasi agar siswa tetap bisa menggunakan fasilitas yang ada. “Skema ini disiapkan agar proses pendidikan tidak terhenti,” tegasnya.

Meski penjaringan resmi belum dibuka, Dinsos mulai menerima informasi awal dari masyarakat. Pendamping sosial di lapangan mencatat calon siswa yang berminat untuk kemudian disimpan datanya. “Kalau ada warga yang mau masuk SR kami terima dulu datanya. Nanti kalau arahan kuota sudah dibuka baru kami proses,” terangnya.

Saat ini, total siswa di dua sekolah eksisting mencapai 200 orang. Kekurangan kursi tercatat sekitar empat siswa di BPMP dan 12 di BPVP, dengan jenjang SD paling banyak.

“Memang usia SD ini tantangannya lebih besar karena mereka harus berpisah dengan orang tua dan tinggal bersama teman-teman,” tambahnya. Dia menyebut prinsip SR tidak boleh ada paksaan. Anak dan orang tua harus sama-sama setuju. “Kalau salah satu menolak, tidak bisa kami proses. Prinsip Kemensos jelas, tidak ada paksaan masuk Sekolah Rakyat,” tegasnya.(*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#palaran #Dinsos Samarinda #Sekolah Rakyat Samarinda