SAMARINDA-Pembangunan Teras Samarinda Tahap 2 yang dimulai sejak tahun lalu kini menyisakan satu segmen yang belum rampung. Dari empat segmen yang dikerjakan, hanya segmen satu yang masih dalam proses penyelesaian. Tambahan anggaran sekitar Rp 10 miliar diusulkan untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.
Sebagai informasi, segmen satu memiliki nilai kontrak sekitar Rp 48 miliar. Sementara segmen dua dan tiga masing-masing senilai Rp 21 miliar, serta segmen empat sebesar Rp24 miliar dan telah dinyatakan selesai.
PPK pembangunan Teras Samarinda Tahap 2 Ilhamsyah menjelaskan fokus pekerjaan segmen satu adalah pembangunan pedestrian di atas sungai sepanjang kurang lebih 300 meter. Jalur itu menyambung dari area segmen sebelumnya hingga sekitar Kantor Pos dan eks Terminal C.
Baca Juga: Target Dibuka Jelang Lebaran, DPRD Samarinda Sidak Progres Teras Samarinda Tahap 2
“Namun pengerjaan di atas sungai bukan tanpa tantangan. Pada tahap pemasangan tiang pancang, kontraktor kerap menemukan batu keras di dasar sungai sehingga harus menggunakan metode pre-boring demi keamanan konstruksi. Kondisi teknis itu berpengaruh pada biaya pekerjaan pondasi,” jelasnya.
Tahun ini, anggaran tambahan diusulkan untuk pemasangan lantai PVC pada akses di atas sungai, perbaikan taman, serta penyelesaian mekanikal elektrikal agar lampu hias dapat difungsikan. Penyelesaian tahap akhir ini dinilai penting agar kawasan tersebut benar-benar siap dimanfaatkan publik.
Sekretaris DPUPR Samarinda, Hendra Kusuma menegaskan, pelaksanaan fisik lanjutan masih menunggu kesiapan anggaran. Jika disetujui, proses pengadaan barang dan jasa akan segera dipersiapkan. “Kalau sudah dimulai, kurang lebih enam bulan karena tinggal finishing saja sebenarnya. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah selesai,” terangnya ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, pengusulan anggaran tidak selalu harus menunggu perubahan APBD. “Kalau anggaran itu ada dan siap, bisa langsung dikerjakan. Kalau belum ada, kami tunggu dulu. Perencanaannya sudah selesai sejak awal, tinggal pelaksanaan fisiknya saja,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki