KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Warga Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, mulai merasakan dampak pembangunan kolam retensi. Meski banjir masih terjadi, durasi genangan air kini disebut jauh lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Lurah Sempaja Timur Yuliani mengatakan, sepanjang 2025 wilayahnya hampir lima kali terdampak banjir. Namun, waktu surut air tidak selama sebelumnya yang bisa berhari-hari.
"Kalau dulu bukan hitungan jam lagi, tapi bisa berhari-hari. Sekarang dengan progres kolam retensi, durasinya lebih pendek," ujarnya.
Menurutnya, titik yang kerap terdampak berada di sekitar pintu air Jalan Terong. Kawasan tersebut biasanya menjadi lokasi pertama masuknya air dan terakhir surut.
Banjir di Bengkuring tidak hanya disebabkan hujan deras. Air juga masuk melalui jalur utara darat, serta diperparah saat pasang SKM yang meluap melalui anak sungai ke permukiman.
Karena itu, Yuliani berharap pembangunan tanggul oleh BWS Kalimantan IV Samarinda dapat segera dituntaskan untuk menahan limpasan sungai agar tidak masuk ke kawasan perumahan. Sementara kolam retensi dan pompa berfungsi membuang air yang sudah terlanjur masuk.
"Dengan adanya tanggul, air dari sungai bisa dibendung. Sedangkan pompa untuk membuang air dari kolam retensi. Mudah-mudahan nanti segera maksimal operasionalnya, karena pompanya juga belum ada," jelasnya.
Pihak kelurahan lebih memantau dampak di masyarakat, sementara aspek teknis seperti pendangkalan kolam retensi menjadi kewenangan Dinas PUPR.
Yuliani berharap proyek kolam retensi dan tanggul benar-benar tuntas sehingga warga Bengkuring tidak lagi dihantui banjir seperti beberapa tahun terakhir.
"Harapan kami, ketika semuanya selesai, masyarakat bisa benar-benar merasakan bebas dari banjir," tutupnya.
Editor : Dwi Restu A