KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penanganan tempias di Pasar Pagi Samarinda belum memiliki kepastian waktu pengerjaan. Baik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai instansi pembangun maupun Dinas Perdagangan sebagai pengelola pasar belum menyampaikan kapan perbaikan akan dilaksanakan.
Meski demikian, dari sisi teknis desain penanganan tempias disebut sudah difinalisasi. Saat ini tinggal menunggu tahapan pelaksanaan yang masih dalam pembahasan lintas instansi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Pasar Pagi Hendra Irawan menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan konsep teknis yang nantinya bisa diterapkan di area pasar. Ia menyebut desain tersebut memungkinkan pedagang turut mengoperasikan sistem penutup saat hujan.
“Kami diskusikan dengan Dinas Perdagangan juga, kami koordinasikan ke dinas-dinas terkait. Kemungkinan tahun ini bisa ditangani dengan beberapa mock up yang kami siapkan di sana agar bisa dikelola secara mandiri oleh pedagang, tidak harus oleh pengelola pasar,” ujarnya, Kamis (5/3).
Menurutnya, konsep yang disiapkan berupa sistem penutup model geser atau sliding. Sistem ini dirancang agar dapat dibuka dan ditutup sesuai kondisi cuaca di lapangan.
Dengan mekanisme tersebut, pedagang dapat menutup area ketika hujan deras yang berpotensi menimbulkan tempias ke dalam bangunan pasar. “Sebaliknya, saat cuaca normal, penutup bisa dibuka kembali agar sirkulasi udara tetap baik,” jelasnya.
Terkait kebutuhan anggaran perbaikan, Hendra mengakui hingga kini pihaknya belum menghitung secara rinci. Saat ini fokus masih pada penyempurnaan desain dan uji konsep melalui mock up yang telah disiapkan sebelumnya. “Belum kami hitung (estimasi kebutuhan anggaran),” singkatnya.
Selain itu, skema pendanaan juga masih dalam pembahasan antara organisasi perangkat daerah terkait. Informasi awal menyebut sebagian pekerjaan kemungkinan menggunakan dana APBD.
“Kalau untuk kebutuhan anggaran keseluruhan belum kami siapkan sampai ke sana. Baru mock up saja, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasi,” terangnya.
Ia menambahkan, proyek Pasar Pagi sendiri masih berada dalam masa pemeliharaan setelah serah terima pekerjaan dilakukan pada awal November tahun lalu. “Pemeliharaan enam bulan setelah serah terima. Serah terimanya awal November, jadi masih dalam masa itu,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto