KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Samarinda mulai merangkak naik. Salah satunya terjadi di Pasar Baqa, Samarinda Seberang, yang menjadi salah satu pusat penjualan daging bagi masyarakat.
Karyawan pedagang daging di Pasar Baqa, Amirul Muminin, mengatakan, harga daging sapi saat ini mengalami kenaikan dibandingkan harga normal. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp 160 ribu per kilogram, kini harga daging berada di kisaran Rp 170–175 ribu per kilogram. "Kalau sekarang memang naik. Biasanya Rp 160 ribu, sekarang bisa Rp 170 ribu sampai Rp 175 ribu per kilogram," ujarnya, Rabu (11/3).
Namun, dia menyebut ketersediaan daging sapi di pasaran masih relatif aman. Pasokan daging yang dijual pedagang di Pasar Baqa umumnya berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Tanah Merah, Samarinda Utara.
Menurutnya, pemilik usaha biasanya mengambil pasokan beberapa ekor sapi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan penjualan. "Biasanya ambil sekitar empat ekor, itu untuk satu hari saja," katanya.
Distribusi daging tersebut dikelola pemilik usaha yang berpusat di kawasan Sungai Dama. Selanjutnya, para karyawan pedagang menjual daging di berbagai pasar di Samarinda, termasuk Pasar Baqa.
Dari berbagai jenis potongan daging, bagian paha menjadi yang paling banyak dicari pembeli. Sementara untuk tulang sapi yang biasa digunakan untuk bahan sup, jumlah penjualannya relatif lebih sedikit. "Yang paling banyak dicari itu daging paha, yang padat. Kalau tulang untuk sop biasanya terjual sekitar empat kilogram saja sehari," jelasnya.
Meski harga mulai naik, minat masyarakat untuk membeli daging sapi menjelang Lebaran masih cukup baik. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga akan kembali mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. “Kalau kenaikan dari harga biasa sekitar Rp 15 ribu. Mungkin nanti bisa sampai Rp 18 ribu,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A