KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Angkutan bus masih menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dipilih masyarakat untuk mudik Lebaran.
Di Terminal Tipe B Sungai Kunjang Samarinda, operator bahkan menyiagakan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode arus mudik.
Jika pada hari biasa jumlah keberangkatan bus berkisar 30 hingga 35 unit per hari, saat mendekati puncak mudik jumlah armada disiapkan hingga lebih dari 70 unit.
Penambahan armada ini diperkirakan akan terjadi pada puncak arus mudik pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret mendatang.
Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe B Sungai Kunjang Samarinda Eko Novianto mengatakan pihaknya telah menyiapkan armada cadangan untuk memastikan kebutuhan transportasi pemudik tetap terpenuhi.
“Kami di Sungai Kunjang sudah menyiapkan sekitar 60 sampai 70 bus setiap hari, itu sudah termasuk cadangannya,” ujarnya, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan hingga saat ini jumlah penumpang masih relatif normal seperti hari biasa. Namun peningkatan diperkirakan mulai terlihat sekitar sepekan sebelum Lebaran.
“Sampai sekarang penumpang masih normal, belum ada peningkatan yang signifikan. Biasanya mulai ramai sekitar H-7 Lebaran,” jelasnya.
Terminal Sungai Kunjang sendiri melayani sejumlah rute antarkabupaten di Kalimantan Timur. Di antaranya Samarinda menuju Kota Bangun, Bongan, Kembang Janggut, Tanah Grogot, Melak hingga wilayah Handil, dan Samboja.
Selain menyiapkan armada tambahan, pihak terminal juga melakukan ramp check terhadap bus yang akan beroperasi. Pemeriksaan ini untuk memastikan kelayakan kendaraan serta kelengkapan administrasi sebelum bus diberangkatkan.
“Kalau bus tidak memenuhi syarat, misalnya dokumennya tidak lengkap atau kondisi kendaraan tidak layak, kami tempel stiker merah di kaca bagian bawah. Itu artinya bus tidak boleh beroperasi,” terangnya.
Disinggung masih adanya fenomena terminal bayangan yang membuat sebagian penumpang memilih menunggu bus di luar area terminal, Eko tidak menepis. Dia menilai hal itu karena pola pikir masyarakat yang menganggap jarak ke terminal Sungai Kunjang yang mungkin cukup jauh, serta minimnya moda angkutan seperti angkot, khususnya dari Samarinda Seberang ke terminal Sungai Kunjang.
“Apalagi secara jarak juga ada beberapa titik terminal bayangan yang dilintasi. Namun kami terus berbenah sambil menanti revitalisasi bangunan terminal ini demi memberikan pelayanan ke masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto