KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda mulai menyusun skema penataan sementara bagi pedagang korban kebakaran Pasar Segiri yang terjadi Kamis (26/3).
Pendataan dilakukan segera setelah kejadian, sembari menyiapkan rencana pembangunan kios semi permanen agar aktivitas perdagangan bisa kembali berjalan.
Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani turun langsung memantau proses pembersihan lokasi kebakaran pada Jumat (27/3). Ia menjelaskan, data sementara mencatat sekitar 25 ruko terdampak serta 142 kios yang berada di los tengah pasar.
Pendataan tersebut juga disusun dengan pendekatan kelompok pedagang agar proses pembangunan sementara lebih efisien.
“Skema itu nantinya dikoordinasikan bersama Dinas PUPR sebagai pelaksana teknis pembangunan sementara,” terangnya.
Ia menjelaskan, banyak pedagang yang sebenarnya berada dalam kelompok usaha keluarga. Karena itu, Disdag mencoba menggabungkan beberapa pedagang dalam satu kelompok agar penataan ruang lebih ringkas dan ekonomis.
“Kita kelompokkan pedagang karena ada beberapa yang sebenarnya satu keluarga atau satu kelompok usaha. Jadi nanti posisinya bisa kita buka sekatnya lalu diatur kembali sesuai kebutuhan kelompok,” jelasnya.
Terkait relokasi sementara, Nurrahmani menyebut mayoritas pedagang tidak menginginkan pindah ke lokasi lain. Mereka lebih berharap kios sementara segera dibangun agar bisa kembali berjualan di area yang sama.
Menurutnya, permintaan utama pedagang adalah percepatan pembangunan fasilitas sementara.
“Mereka sebenarnya tidak mendesak relokasi. Harapan mereka sederhana, yang penting cepat dibangunkan supaya bisa segera berjualan lagi,” terangnya.
Ia menambahkan, bangunan yang disiapkan nantinya bersifat semi permanen karena pemerintah tetap menyiapkan rencana revitalisasi Pasar Segiri dalam jangka panjang.
“Konsep revitalisasi tetap ada. Karena itu bangunan sementara ini semi permanen dan fokusnya dulu pada los yang di tengah,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto