Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dari Langganan Banjir ke Ikon Kota, Begini Penampakan Wajah Baru Masjid Ash Shabirin yang Sangat Memukau Meski Belum Rampung

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 30 Maret 2026 | 09:43 WIB

IKONIK: Wajah baru Masjid Ash Shabirin di Samarinda Seberang dengan desain futuristik, mulai difungsikan dan disiapkan menjadi ikon kawasan.
IKONIK: Wajah baru Masjid Ash Shabirin di Samarinda Seberang dengan desain futuristik, mulai difungsikan dan disiapkan menjadi ikon kawasan.

 

 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Sejatinya belum rampung. Bangunan masjid dengan desain futuristik itu sudah difungsikan sejak momen 21 Ramadan 1447 Hijriah, dan perlahan menjelma menjadi ikon baru di kawasan tersebut.

Wali Kota Samarinda Andi Harun meninjau langsung progres pembangunan masjid tersebut, beberapa waktu lalu. Pemerintah kota memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan. "Pekerjaan itu memang belum 100 persen. Kami perkirakan sekitar tiga bulan lagi baru finishing seluruhnya. Tetapi sejak 21 Ramadan, masjid ini sudah difungsikan oleh masyarakat," ujarnya, Kamis (26/3).

Andi Harun menjelaskan, pembangunan ulang Masjid Ash Shabirin dilatarbelakangi kondisi bangunan lama yang dinilai tidak lagi representatif. Selain posisi struktur yang lebih rendah dari jalan, sehingga kerap tergenang, tata ruang dan fasilitas parkir sebelumnya juga belum tertata dengan baik.

"Masjid lama posisinya di bawah, sering terjadi genangan air, dan kapasitas parkirnya tidak mendukung. Setelah panitia masjid datang menyampaikan aspirasi, kami pertimbangkan untuk dilakukan renovasi total," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan masjid itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kota dan panitia masjid. Pengawasan proyek tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan pengurus masjid secara aktif.

Konsep desain sengaja dibuat berbeda agar memiliki karakter kuat dan mudah dikenali. Dari kejauhan, bentuk bangunan yang cenderung membulat dengan pencahayaan khas membuat masjid itu tampak menonjol, terutama pada malam. 

"Kami ingin menghadirkan desain yang unik, khas, sehingga bisa menjadi ikon baru di Samarinda Seberang. Bahkan kalau malam, lampu hias dan tulisan Allah akan terlihat jelas dari kejauhan," terangnya.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid itu juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi. AH menyebut, sejak mulai difungsikan, masyarakat sudah banyak berdatangan, baik untuk beribadah maupun sekadar melihat arsitekturnya.

"Harapannya bukan hanya untuk salat, tapi juga kegiatan keagamaan lain seperti majelis ilmu, sekaligus menjadi tempat wisata religi bagi warga maupun pengunjung dari luar," tambahnya.

Dari sisi perencanaan, AH mengaku turut memberikan gagasan dasar desain sebelum dikerjakan arsitek. Prosesnya melalui beberapa tahap asistensi, akhirnya ditetapkan sebagai desain final.

Sementara itu, kawasan sekitar masjid juga masih akan terus dikembangkan dengan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk pekerjaan lanjutan, termasuk perluasan area parkir, pembangunan taman, serta penyelesaian sejumlah pekerjaan minor lainnya. "Insyaallah minggu depan dilanjutkan untuk perluasan parkir, taman, dan beberapa penyempurnaan lainnya agar masjid ini semakin representatif," tambahnya.

Secara keseluruhan, anggaran renovasi masjid itu mencapai Rp 20,7 miliar. Nilai tersebut mencakup pembangunan struktur utama, pembongkaran bangunan lama, hingga penguatan struktur bawah.

Andi Harun berharap Masjid Ash Shabirin tidak hanya menjadi kebanggaan warga Samarinda Seberang, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Tepian. Dia bahkan meminta agar dokumentasi masjid lama tetap disimpan sebagai bagian dari sejarah transformasi bangunan tersebut.

"Supaya generasi mendatang tahu bahwa masjid itu pernah mengalami perubahan besar. Itu bagian dari perjalanan sejarah kita," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#Masjid Ash Shabirin #ikon #samarinda seberang