KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Sisa-sisa kebakaran masih terlihat jelas di area SMP 2 Samarinda di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota. Namun, langkah cepat langsung diambil.
Sehari setelah insiden yang melanda SMP sekolah tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung meninjau lokasi dan memastikan penanganan berjalan.
Kebakaran yang terjadi Rabu (1/4) pukul 15.20 Wita itu menyebabkan kerusakan pada delapan ruang kelas. Namun, dari hasil peninjauan awal, kerusakan terparah berada di lantai dua. "Total ada delapan, empat di lantai satu dan empat di lantai dua. Secara kasatmata lantai satu relatif aman, tapi yang rusak berat itu di lantai dua," ujar Andi Harun, Kamis (2/4).
Namun, penilaian tersebut belum bersifat teknis. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan siswa.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda langsung diberi tugas melakukan analisis kelayakan bangunan secara menyeluruh. Menurutnya, kondisi gedung tidak bisa hanya dinilai dari penglihatan semata, melainkan harus melalui perhitungan teknis yang akurat.
Selain itu, Disdikbud juga diminta menghitung kebutuhan biaya perbaikan dengan melibatkan konsultan profesional, termasuk menginventarisasi kerusakan fasilitas belajar seperti mebeler. "Saya beri waktu sampai Selasa (pekan depan) untuk melaporkan hasilnya, agar kita bisa segera menentukan langkah rehabilitasi," tegasnya.
Baca Juga: Paser Gelar Rakor Porprov Kaltim 2026, Wabup Tegaskan Kesiapan Tuan Rumah
Terkait kegiatan belajar mengajar, Andi Harun memastikan tetap berjalan. Namun, untuk sementara seluruh ruang kelas terdampak termasuk empat ruang di lantai satu tidak diperbolehkan digunakan hingga dinyatakan aman.
"Walau terlihat aman, kita tidak boleh berspekulasi. Jadi untuk sementara tidak digunakan dulu sampai perbaikan selesai," jelasnya.
Solusi sementara telah disiapkan. Mengingat area sekolah cukup luas, kegiatan belajar tidak perlu dipindahkan keluar lingkungan sekolah. Pengaturan teknis akan dilakukan pihak sekolah bersama para guru.
Sementara itu, proses pembersihan pascakebakaran akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, Pemkot masih menunggu proses penyelidikan dari kepolisian selesai, termasuk pemasangan garis polisi di lokasi.
"Setelah tahapan dari polisi selesai, baru kami lakukan pembersihan bersama koordinasi Asisten II, BPBD, DLH, dan pemadam kebakaran," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A