KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Di tengah dinamika global yang turut memengaruhi harga energi dan pangan, laju inflasi di Samarinda masih terjaga. Namun, pemerintah tetap memberi perhatian khusus pada komoditas bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan ikan yang mulai menunjukkan gejala kenaikan harga.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memastikan, pengendalian inflasi di Kota Tepian berjalan sesuai jalur. Berbagai langkah rutin bersama pemerintah pusat terus dilakukan, guna menjaga stabilitas harga. "Alhamdulillah, kondisi inflasi di Samarinda masih aman. Kegiatan pengendalian juga rutin kami lakukan bersama kementerian," ujarnya, Selasa (7/4).
Baca Juga: Ahmad Dhani Bongkar Kunci Sukses Dewa 19, Sebut Tak Pernah Dugem
Namun, dia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam penggunaan energi, khususnya BBM dan elpiji. Menurutnya, pengendalian konsumsi menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas di tengah potensi gejolak global. "Yang perlu dijaga itu penggunaan BBM dan elpiji. Jangan boros, gunakan sesuai kebutuhan," pesannya.
Sementara itu, untuk komoditas bahan pokok, Saefuddin menyebut secara umum masih dalam kondisi aman. Bahkan, harga daging diperkirakan akan stabil. "Daging insyaallah aman. Menuju Iduladha, biasanya pasokan meningkat," imbuhnya.
Namun, perhatian berbeda diberikan pada komoditas ikan. Ketergantungan Samarinda terhadap pasokan ikan dari luar daerah, khususnya jenis laut dalam seperti tuna, tenggiri dan lain-lain, menjadi faktor utama kenaikan harga. "Ikan itu memang agak sulit, karena kita masih bergantung dari nelayan luar daerah, terutama untuk ikan laut dalam. Itu yang membuat harga cukup naik," ungkapnya.
Baca Juga: Misi Sukses di Madura, Kiper Borneo FC; Masih Ada Delapan Final Lagi
Jika terjadi kenaikan, Saefuddin menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat secara signifikan.
Dia juga berharap situasi global, termasuk tensi geopolitik yang berdampak pada energi, tidak semakin memperburuk kondisi di daerah. "Mudah-mudahan ke depan tetap stabil. Semoga inflasi di Samarinda terus terkendali dan masyarakat juga tidak panik," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A