Minim Perhatian tapi Bawa Pulang Penghargaan Bergengsi dari Shanghai, Pianis Muda Kaltim Harumkan Indonesia di Level Dunia

Dwi Restu A • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 16:02 WIB
RAIH PENGHARGAAN: Penampilan pianis-pianis cilik asal Indonesia, tepatnya dari Kalimantan Timur khususnya Samarinda, mampu membawa kebanggaan dari gelaran Shanghai Performing Arts Festival 2026 di Shanghai, Tiongkok.
RAIH PENGHARGAAN: Penampilan pianis-pianis cilik asal Indonesia, tepatnya dari Kalimantan Timur khususnya Samarinda, mampu membawa kebanggaan dari gelaran Shanghai Performing Arts Festival 2026 di Shanghai, Tiongkok.

  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Di balik riuhnya pembangunan kota, ada harmoni halus diam-diam memekar di ruang-ruang latihan piano. Jemari mungil tiga anak asal Samarinda menorehkan “tinta emas”, membawa melodi dari Bumi Etam melambung hingga ke panggung megah di ajang Shanghai Performing Arts Festival 2026 di Shanghai, Tiongkok.

 Proses perjalanan yang tak mudah, diawali lewat event Rhapsody Indonesia Piano Competition, layaknya babak kualifikasi untuk bisa mengikuti ajang piano internasional ke Shanghai, Tiongkok. Namun, ketiga pianis cilik yakni Brighton Davis Jingga (13), El Given Timothy Tjitojo (9), dan Matali Varuna Wu (8), mereka berhasil menembus panggung nasional dan memukau juri internasional yang bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Baca Juga: Warga Gotong Royong dan Manfaatkan CSR Perusahaan, Jalan Sangga Buana Kembali Layak Dilewati

“Mereka enggak bisa langsung berangkat ke Shanghai kalau enggak ikut itu (Rhapsody Indonesia Piano Competition). Yang ikut kompetisi itu ada Hongkong, Macau, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara lain,” ujar Monyta Chrisanti Francisca, sang guru pendamping. 

Penampilan ketiganya berbeda waktu. Brighton tampil di kategori junior A pada 4 April, sementara Matali dan El Given 5 April. Sang guru yang akrab disapa Sisca itu bercerita, persiapannya sudah berjalan sejak 2025, sekitar enam sampai delapan bulan.

Secara skill, mereka sudah sesuai dengan lagu mereka. Pun dengan teknik permainan yang sangat mumpuni. Di Shanghai, Brighton membawakan lagu Nocturne in C Sharp Minor- Chopin, sedangkan El Given Clementi Sonatina Op 36 No 3, dan Matali membawakan Sparkling Splashes and Smooth Water

Baca Juga: PLN Indonesia Power UBP Mahakam Dukung Generasi Muda Kaltim Tampil di Ajang Nasional Duta Potensi Pemuda Indonesia

Tantangannya, lanjut Sisca, melawan orang-orang yang sudah jauh hebat. “Anak-anak itu punya mental luar biasa. Brighton misalnya, sudah sampai di Penang juara 3. Mereka itu bersaing dengan anak yang secara skill di atas mereka, terlebih yang dari Tiongkok. Kalau anak-anak di luar sana kan punya ambisi luar biasa. Tapi adik-adik kita luar biasa juga, masih bisa mengimbangi,” sebutnya. 

Diungkapkannya juga, Di Samarinda, peran pemerintah itu masih kurang. Pun dengan lomba-lomba piano, masih sangat minim. Menurutnya, di Samarinda tak memiliki tempat mengaktualisasikan piano.

“Pemerintah itu seharusnya bisa melihat, ternyata nama kecil sekolah musik piano seperti El’s Music Course dan Dinda Piano House itu bisa mengirimkan anak didiknya, bahkan mentas sampai ke level dunia, bersaing dengan anak-anak terbaik di dunia,” tegasnya.

Brighton Davis Jingga dan El Given Timothy Tjitojo, yang menimba ilmu di El's Music Course di bawah bimbingan guru Monyta Chrisanti Francisca, masing-masing berhasil meraih Distinction Award dan High Distinction AwardBagi El Given, penghargaan di Shanghai ini menambah deretan prestasi gemilangnya setelah sebelumnya sempat meraih skor tertinggi (Highest Score) dalam ajang Nusantara Youth Music Olympiade 2024 di Balikpapan. Begitu pula dengan Brighton yang merupakan peraih medali emas pada ajang yang sama.

LEVEL DUNIA: Para peserta Shanghai Performance Arts Festival 2026 yang dipusatkan di Shanghai, Tiongkok, beberapa di antaranya adalah anak Samarinda.
LEVEL DUNIA: Para peserta Shanghai Performance Arts Festival 2026 yang dipusatkan di Shanghai, Tiongkok, beberapa di antaranya adalah anak Samarinda.

 

Sementara itu, Matali Varuna Wu dari Dinda Piano House yang dibimbing Pratiwi, juga sukses menyabet Distinction Award. Siswa berusia 8 tahun itu memang dikenal produktif mengoleksi medali, termasuk Platinum Medal di Bali dan Gold Medal di Samarinda pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Rincian Lengkap UKT UGM 2026 Jalur SNBP, Biaya Kuliah dari Rp0 hingga Rp24,7 Juta per Semester

Pencapaian itu tidak datang secara instan. Sebelum berlaga di Shanghai, ketiganya telah melewati berbagai kompetisi tingkat nasional dan regional seperti Rhapsody Indonesia Piano Competition dan Nusantara Youth Music Olympic.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Kalimantan Timur untuk terus mengasah bakat di bidang seni musik. Dukungan dari pengajar dan orang tua menjadi kunci utama di balik kesuksesan para "maestro cilik" mengharumkan nama Kaltim di level internasional. (*)

Editor : Dwi Restu A
pianis minim perhatian Shanghai Performing Arts kaltim Penghargaaan