Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Plastik Melonjak, Pemkot Samarinda Imbau Warga Lebih Bijak Berbelanja

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 10 April 2026 | 16:29 WIB
Penjualan plastik di Samarinda tetap berjalan di tengah lonjakan harga bahan baku. (HAFIZ/KP)

 
Penjualan plastik di Samarinda tetap berjalan di tengah lonjakan harga bahan baku. (HAFIZ/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Lonjakan harga bahan baku plastik global mulai terasa imbasnya di dalam negeri. Konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat disebut memicu kenaikan harga hingga 80 persen bahkan lebih, yang berpotensi mengguncang rantai pasok dan harga produk turunan, termasuk kemasan makanan dan minuman.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menilai dampaknya terhadap masyarakat masih bisa ditekan, asalkan pola konsumsi ikut menyesuaikan. Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna mengatakan, kenaikan harga plastik memang terjadi secara global.

Meski demikian, dampaknya di tingkat lokal sangat bergantung pada pilihan konsumen. "Kalau plastik ini kan kembali ke kita sebagai konsumen. Kalau tidak mau pakai plastik, ya bisa bawa tas sendiri. Sekarang juga sudah banyak alternatif kemasan ramah lingkungan," ujarnya.

Baca Juga: El’s Music Unjuk Gigi di Panggung Asia: Guru dan Murid Kompak Boyong Prestasi

Ia menjelaskan, penggunaan plastik dalam aktivitas belanja maupun kemasan makanan kini menjadi pilihan. Masyarakat bisa tetap menggunakan plastik dengan konsekuensi biaya lebih tinggi, atau beralih ke opsi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

"Kalau mau murah ya bawa sendiri tas atau wadah. Intinya masyarakat harus lebih bijak dalam berbelanja, beli yang memang diperlukan," tambahnya.

Di sisi lain, Nadya menilai kenaikan harga plastik belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat maupun sektor usaha, termasuk sektor kuliner yang saat ini menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda. Meski begitu, ia mengingatkan potensi gejolak harga tetap perlu diantisipasi, terutama jika biaya produksi ikut meningkat.

Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam konsumsi, termasuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM). "Sekarang ini masyarakat harus lebih bijak, baik dalam belanja maupun penggunaan BBM," ujarnya.

Sementara itu, bagi pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner, pemerintah mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti plastik, terutama untuk layanan pesan bawa pulang. "Pedagang kita sarankan mulai kreatif menggunakan bahan yang tidak berbasis plastik. Memang ini pilihan, tapi kita terus mengingatkan," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Harga plastik naik #Konflik Geopolitik #pemkot samarinda