Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

  Disdikbud Samarinda Sebut Struktur Gedung SMP 2 yang Terbakar Masih Layak

Denny Saputra • Senin, 13 April 2026 | 16:42 WIB
DENNY SAPUTRA/KP
TAK DIROBOHKAN: Bangunan kelas SMP 2 Samarinda yang terbakar telah dibersihkan sebagian, menanti dibangun kembali, Senin (13/4).
 TAK DIROBOHKAN: Bangunan kelas SMP 2 Samarinda yang terbakar telah dibersihkan sebagian, menanti dibangun kembali, Senin (13/4).

SAMARINDA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda terus bergerak cepat menangani pascakebakaran gedung SMPN 2 Samarinda. Dana mendesak dari APBD Kota Samarinda senilai sekitar Rp 2 miliar disiapkan untuk merenovasi empat ruang kelas yang hangus terbakar akibat korsleting listrik.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Disdikbud Samarinda, Muhammad Syafei, mengungkapkan bahwa kebakaran yang melanda gedung berlantai dua berkapasitas delapan kelas itu diduga kuat dipicu arus pendek listrik yang sudah uzur. "Jaringan listrik di sekolah itu hampir tidak pernah ditinjau, hampir 40 persen tidak ada inspeksi. Usia instalasi sudah hampir 15 tahun," tuturnya, Senin (13/4).
Dia menjelaskan, dari delapan kelas yang terdampak, empat kelas di lantai atas mengalami kerusakan paling parah. Hasil inspeksi visual menunjukkan tingkat kerusakan mencapai 60,58 persen, masuk kategori rusak sedang hingga berat. “Untuk memastikan kelayakan struktur beton pascakebakaran, dilakukan hammer test di 14 titik,” jelasnya.
Hasilnya, rata-rata kekuatan beton tercatat di angka 329, dengan nilai minimum 254 dan maksimum 469, dinyatakan masih di atas ambang batas aman standar mutu 250. Dengan nilai tersebut pihaknya meyakini masuk kategori rusak sedang karena tidak ada perubahan struktur di bawahnya. “Secara visual masih aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar," terangnya.
Dia merinci, anggaran awal yang diusulkan sebesar Rp 2,7 miliar kemudian diefisiensikan menjadi Rp 2,15 miliar, dan setelah tinjauan ulang ditetapkan Rp 1,84 miliar khusus untuk fisik bangunan, termasuk sekitar Rp 100 juta untuk biaya pengawasan. Laporan ini tengah menunggu persetujuan Sekretaris Daerah Kota Samarinda sebelum masuk tahap lelang.
"Estimasi lelang paling cepat 14 hari, secara normal sekitar 25 hari. Jika berjalan lancar, proses pembangunan memakan waktu tiga hingga empat bulan dan ditargetkan selesai Agustus-September 2025, tepat sebelum tahun ajaran baru," imbuh Syafei.
Dia menambahkan, selama masa pembangunan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang-ruang yang masih tersedia secara bergantian. Termasuk laboratorium IPA, ruang komputer, dan ruang pertemuan yang dibagi dua. Sistem hybrid juga akan diterapkan demi kenyamanan siswa. “Adapun kebutuhan mebeler dan fasilitas penunjang yang ikut terbakar akan dipenuhi secara bertahap. Kami memastikan tidak ada siswa yang perlu pindah sekolah,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#smpn 2 kebakaran #renovasi smpn 2 #Muhammad Syafei #Disdikbud Samarinda