SAMARINDA - Puluhan pelari perempuan menghadiri Kick Off Run sebagai rangkaian awal menuju ajang Sisterhood Run 2026. Kegiatan ini digelar komunitas lari SMDRUN di salah satu kafe di Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (26/4), sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan menuju event utama pada Agustus mendatang.
Acara diawali dengan lari bersama yang diikuti para pelari perempuan dari berbagai komunitas di Samarinda. Selain berlari, panitia juga menggelar sesi berbagi sekaligus konferensi pers untuk memperkenalkan konsep dan agenda Sisterhood Run 2026.
PIC program Sisterhood Run 2026 Nadya Novita mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan awal bagi para pelari perempuan yang akan terlibat dalam agenda tahunan tersebut. “Kick off ini sekaligus press conference untuk memperkenalkan event besar yang rencananya digelar Agustus nanti,” ujarnya, Minggu (26/4).
Nenad (sapaan akrab Nadya) menjelaskan Sisterhood Run dirancang sebagai wadah olahraga yang ramah bagi perempuan. Event ini terbuka bagi semua pelari perempuan, baik yang baru mulai berlari maupun yang sudah rutin mengikuti berbagai lomba lari.
Sebelum menuju acara utama, panitia juga menyiapkan rangkaian training session selama tiga bulan. Kegiatan tersebut akan diisi dengan berbagai aktivitas seperti yoga, workout, hingga latihan lari bersama. “Kami ingin memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan yang punya hobi olahraga, terutama lari,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari pemerintah daerah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur, Anik Nurul Aini bahkan turut mengikuti lari bersama sejauh lima kilometer dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Ribuan Pegawai Pemkot Bersih - Bersih Teras Samarinda Usai Demo 214
Menurutnya, keberadaan komunitas lari yang mewadahi aktifitas khusus perempuan seperti ini memberi dampak positif bagi upaya pemberdayaan perempuan. Ia menilai kegiatan olahraga yang terorganisir dapat menjadi ruang aman bagi perempuan untuk saling mendukung dan berkembang. “Komunitas seperti ini sangat positif karena memberi ruang bagi perempuan untuk menjadi kuat, sehat, dan saling mendukung,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi antara komunitas dengan pemerintah daerah melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan hingga penguatan kapasitas perempuan di berbagai bidang. “Kami siap berkolaborasi, baik melalui pelatihan keterampilan maupun program pemberdayaan perempuan yang bisa mendukung komunitas ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi dalam agenda Kick-Off Run tersebut para pelari perempuan berlari sejauh 5 km, menyusuri beberapa titik landmark Kota Samarinda seperti Taman Samarendah, hingga Teras Samarinda.
Editor : Muhammad Ridhuan