Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Maksimalkan Dulu Insinerator Sebelum PSEL Bergulir di TPA Sambutan

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 30 April 2026 | 16:44 WIB
SOLUSI: Rencana pembangunan PSEL di TPA Sambutan untuk pengolahan sampah di Samarinda.
SOLUSI: Rencana pembangunan PSEL di TPA Sambutan untuk pengolahan sampah di Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Upaya penanganan sampah di Samarinda memasuki babak baru. Rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan mulai dimatangkan, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis dan kapasitas.

Anggota Pansus LKPj Tahun Anggaran 2025 M Andriyansyah mengungkapkan, lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di zona III TPA Sambutan. Penetapan didasarkan pada kondisi zona lainnya yang sudah tidak memungkinkan lagi menampung aktivitas baru. "Zona I sudah penuh, zona II sudah selesai dibangun dan tahap persiapan. Jadi rencananya PSEL akan dibangun di zona III," jelasnya, Rabu (29/4).

Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Lakukan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Berujung Hukum

Rencana pembangunan PSEL saat ini masih dalam tahap pendalaman bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hal itu penting untuk memastikan kesiapan teknis, termasuk integrasi dengan fasilitas pengolahan sampah yang telah ada.

Di sisi lain, Samarinda saat ini telah memiliki 10 unit insinerator yang bisa dimanfaatkan sebagai solusi jangka pendek. Keberadaan fasilitas tersebut perlu dioptimalkan sembari menunggu pembangunan PSEL yang diperkirakan membutuhkan waktu.

"Selama PSEL belum terbangun, insinerator yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk percepatan pengurangan sampah," ujarnya.

Baca Juga: BPS Kaltim: Pendapatan Produksi Petani 2025 Masih Jauh di Atas Biaya Modal

Namun, salah satu tantangan utama dalam pembangunan PSEL adalah pemenuhan kapasitas sampah. Sesuai ketentuan, PSEL membutuhkan pasokan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Sementara produksi sampah di Samarinda saat ini masih berkisar 660 ton per hari.

"Memang belum memenuhi syarat. Tapi kita sedang menjajaki kerja sama dengan daerah lain, seperti Kutai Kartanegara," terangnya.

Dari komunikasi awal, kontribusi sampah di Kukar baru mencapai sekitar 50 ton per hari. Angka itu dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal, sehingga diperlukan strategi tambahan untuk memenuhi kapasitas tersebut.

Baca Juga: Polda Kaltim Bakti Kesehatan hingga Sosial Sentuh Masyarakat Pesisir

Peluang pembangunan PSEL harus dimanfaatkan secara maksimal, mengingat proyek tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). "Sayang kalau peluang itu tidak dimanfaatkan. Tapi tetap harus disiapkan dengan matang," tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#PSEL Samarinda #sampah #samarinda #insinerator