SAMARINDA- Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memanggil manajemen Perumda Varia Niaga untuk meminta klarifikasi terkait maraknya parkir liar di kawasan Teras Samarinda, Senin (4/5).
Persoalan ini mencuat setiap ada event yang memicu lonjakan pengunjung. Area sekitar Jalan Gunung Merapi hingga seberang lokasi kerap dipadati kendaraan hingga meluber ke badan jalan.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menjelaskan, pihaknya menyoroti pengelolaan area parkir yang dinilai tidak optimal. Salah satunya karena sebagian lahan parkir justru dimanfaatkan untuk penambahan tenant UMKM. “Saat event besar, seharusnya area parkir dimaksimalkan, bukan justru berkurang karena dipakai untuk tenant,” ujarnya, dikonfirmasi Selasa (5/5).
Dia mengungkapkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada kemacetan dan munculnya parkir liar di luar kawasan resmi. Pada beberapa event sebelumnya, kendaraan bahkan meluber hingga ke seberang jalan seperti di kawasan Indomaret dan Bank Ronggolawe di Jalan Gunung Merapi Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu.
“Kalau parkir penuh, masyarakat pasti cari tempat lain, akhirnya parkir sembarangan,” jelasnya.
Dishub pun memberikan sejumlah opsi kepada pengelola untuk mengatasi persoalan tersebut. Di antaranya mengosongkan area tenant saat event besar agar difungsikan sebagai parkir, serta melakukan pemagaran median jalan untuk mencegah penyeberangan sembarangan yang memicu hambatan lalu lintas. “Pemagaran bisa dikoordinasikan dengan PUPR atau dilakukan oleh pengelola,” tuturnya.
Selain itu, Dishub mendorong penerapan sistem shuttle bus dengan memanfaatkan kantong parkir di gedung baru Pasar Pagi. Kendaraan milik panitia, tenant, dan pekerja diarahkan parkir di sana agar kapasitas di lokasi utama tetap tersedia bagi pengunjung. “Selama ini kami tidak mendapat informasi event, sehingga koordinasi perlu diperbaiki,” jelasnya.
Dia juga tidak henti mengingatkan warga untuk mendukung pemerintah dengan parkir di tempat resmi. “Kalau masyarakat tertib parkir di tempat resmi, maka parkir liar dan pungutan tidak resmi akan hilang dengan sendirinya,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani