Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sekolah Akui Tak Berdaya Cegah Siswa Bawa Motor, Soroti Peran Orang Tua

Denny Saputra • Selasa, 5 Mei 2026 | 17:38 WIB
DUKUNG: Erhamsyah (kedua kanan) berbincang bersama Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu dalam aksi penertiban parkir kendaraan siswa sekolah di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (5/5). DENNY SAPUTRA/KP
DUKUNG: Erhamsyah (kedua kanan) berbincang bersama Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu dalam aksi penertiban parkir kendaraan siswa sekolah di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (5/5). DENNY SAPUTRA/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pihak sekolah angkat tangan terkait masih banyaknya siswa SMP yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Meski larangan sudah disosialisasikan sejak lama, praktik tersebut tetap terjadi di lapangan. 

Hal ini disampaikan Kepala SMP 4 Samarinda saat penertiban parkir oleh Dishub di lingkungan sekitar sekolah, Selasa (5/5). Kepala SMP 4 Samarinda Erhamsyah menyampaikan, aturan larangan membawa kendaraan bagi siswa sudah jelas dan bukan kebijakan baru.

Namun, keterbatasan kewenangan membuat sekolah tidak bisa mengontrol aktivitas siswa di luar area sekolah. “Kami hanya bisa melarang di lingkungan sekolah, tapi kalau mereka parkir di luar, itu sudah di luar kewenangan kami,” ujarnya.

Baca Juga: Parkir Liar Pelajar di Samarinda Ditertibkan, Ban Motor SMP-SMA Digembosi Dishub

Dia menyebut, berbagai upaya edukasi sudah dilakukan, bahkan di tempatnya mengajar dahulu, Erhamsyah menyebut pernah menghadirkan pihak kepolisian untuk memberikan pemahaman soal aturan lalu lintas.

Larangan tersebut bahkan sudah diberlakukan sejak lama, jauh sebelum adanya penertiban saat ini. “Sejak dulu sudah kami sampaikan, bahkan waktu saya masih jadi guru, siswa SMP memang tidak boleh membawa kendaraan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu kendala utama justru datang dari orang tua yang tetap mengizinkan anaknya membawa motor ke sekolah. Berbagai alasan kerap disampaikan, mulai dari keterbatasan antar-jemput hingga alasan praktis lainnya. “Kadang orang tua tetap ngotot, padahal ini demi keselamatan anak-anak mereka sendiri,” tuturnya.

Baca Juga: Keren! Tiga Tokoh PPU Borong Penghargaan Gender Champion Kaltim, Ini Sosoknya

Erhamsyah menambahkan, pihak sekolah tetap berkomitmen menjalankan aturan dan mendukung langkah penertiban dari pemerintah. Ia berharap ada sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat agar aturan ini bisa dipatuhi bersama. “Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama demi keselamatan dan ketertiban,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam penertiban yang dilakukan Dishub Samarinda pada Selasa (5/5) di sekitar SMP 4 Samarinda. banyak siswa yang diduga tak punya SIM memarkir kendaraan halaman beberapa rumah warga. namun tidak hanya siswa SMP 4, namun ada pula diduga siswa SMP 5 yang juga bersebelahan dengan sekolah tersebut. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelajar tanpa SIM #siswa bawa motor Samarinda #SMP 4 Samarinda #parkir pelajar Samarinda #dishub samarinda