Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

AZA Kirim Sepatu dan Tas untuk Keluarga Almarhum Mandala di Samarinda, sang Ibu Tak Kuasa Menahan Haru

Doni Aditya Haryono • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:35 WIB
Keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra menerima bantuan sepatu dan tas sekolah dari brand AZA DBL Indonesia di Samarinda. (DBL INDONESIA)
Keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra menerima bantuan sepatu dan tas sekolah dari brand AZA DBL Indonesia di Samarinda. (DBL INDONESIA)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Keluarga almarhum Mandala Rizky Syahputra menerima bantuan berupa sepatu dan tas sekolah dari brand apparel AZA milik DBL Indonesia. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian setelah kisah duka siswa SMKN 4 Samarinda itu menyita perhatian publik.

Bantuan diterima langsung oleh ibunda Mandala, Ratnasari. Di tengah suasana duka yang masih terasa, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sepatu dan tas sekolah ini. Alhamdulillah sangat membantu untuk anak-anak saya,” ujar Ratnasari.

Baca Juga: Paser Gandeng Universitas Borneo Lestari, Siap Tambah Tenaga Kesehatan Daerah

Ia menambahkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya yang lain. Menurutnya, dukungan itu cukup membantu meringankan beban ekonomi keluarga sehari-hari.

“Nanti dipakai anak-anak saya sekolah. Ini sangat berguna sekali buat mereka,” tuturnya.

Senior Manajer AZA, Arif Rahman Hakim, mengatakan pihaknya tergerak memberikan bantuan setelah mendengar kisah almarhum Mandala. Ia menyebut cerita tersebut mengingatkan kembali pada latar belakang lahirnya brand AZA.

Menurutnya, AZA dibentuk oleh DBL Indonesia untuk mengatasi keterbatasan akses perlengkapan olahraga, khususnya sepatu basket, bagi pelajar di Indonesia.

Pendiri DBL Indonesia, Azrul Ananda, sebelumnya kerap menjelaskan bahwa AZA hadir untuk menghapus hambatan anak-anak Indonesia dalam bermain basket. Salah satu persoalan yang ditemukan sejak awal penyelenggaraan kompetisi DBL adalah banyaknya pelajar yang bermain dengan sepatu tidak layak.

Baca Juga: Proyek Box Culvert Tering–Long Bagun Dimulai, 8 Titik Drainase Dibangun

“Waktu itu kami sering menemukan anak-anak memakai sepatu yang kekecilan atau sengaja dibesarkan supaya lebih awet. Kasusnya mirip seperti yang terjadi pada almarhum Mandala,” kata Hakim, sapaan Arif Rahman Hakim.

Diketahui, Mandala Rizky Syahputra merupakan siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 4 Samarinda. Remaja 16 tahun itu meninggal dunia setelah diduga mengalami infeksi serius pada kaki yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran.

Ratnasari mengaku bantuan tersebut menjadi penguat di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sederhana. Selain meringankan kebutuhan sekolah, perhatian berbagai pihak juga membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi masa sulit.

“Saya bersyukur masih banyak orang yang peduli sama keluarga kami,” ujarnya. d

Editor : Ery Supriyadi
#Mandala Samarinda #AZA DBL Indonesia #bantuan sepatu sekolah #SMKN 4 Samarinda #dbl indonesia