SAMARINDA- Pemanfaatan eks lapangan KNPI di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, hingga kini masih belum dapat dilakukan secara optimal. Keberadaan tempat penampungan sementara (TPS) sampah di lokasi disebut menjadi kendala utama sebelum kawasan itu difungsikan untuk aktivitas masyarakat.
Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi menjelaskan, pemerintah kecamatan saat ini masih fokus menyelesaikan relokasi TPS sementara ke lokasi baru di belakang kantor PDAM. Menurutnya, fasilitas TPS baru secara fisik sudah rampung dan tinggal melengkapi penerangan jalan sebelum mulai difungsikan.
“Insyaallah bulan ini kami siapkan tahap relokasi ke TPS yang baru. Sekarang masuk tahap sosialisasi ke warga, target kami mudah-mudahan bulan depan sudah clear dan kosong,” ujarnya, Senin (11/5).
Aditya mengungkapkan, setelah lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi itu kosong, terdapat dua alternatif pengelolaan yang dipertimbangkan. Opsi ideal adalah dikelola langsung pemerintah, namun keterbatasan anggaran membuat skema itu belum memungkinkan dalam waktu dekat.
Sebagai alternatif, kecamatan membuka peluang kerja sama dengan lembaga masyarakat seperti LPM atau BUMRT untuk mengelola kawasan secara swadaya. Konsep yang disiapkan yakni menjadikan eks lapangan KNPI sebagai ruang aktivitas warga sekaligus sentra ekonomi masyarakat.
“Misalnya pagi ada wisata kuliner, sore masyarakat bisa olahraga atau nongkrong, malamnya UMKM yang selama ini di pinggir jalan bisa terlokasi ke sana,” terangnya.
Meski demikian, pola pengelolaan masih dibahas bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), termasuk kemungkinan skema retribusi atau sewa pengelolaan agar tetap ada pemasukan ke kas daerah tanpa membebani masyarakat. “Kalau jangka pendek sampai setahun ke bawah masih bisa kami fasilitasi. Tapi untuk jangka panjang kami belum berani memastikan karena kewenangan aset dan desain pemerintah ke depan belum diketahui,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani