Ternyata Laga Persija vs Persib di Segiri Bertebaran Tiket Palsu, Sampai Ada Kejadian Seperti Ini
M Hafiz Alfaruqi• Rabu, 13 Mei 2026 | 13:16 WIB
Kasat Reskrim Polresta Samarinda-AKP Agus Setiawan
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Laga panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (10/5), tak hanya menyita perhatian di lapangan.
Ketegangan juga pecah di area tribun hingga pintu masuk stadion. Polisi bergerak cepat mengamankan sejumlah suporter dan membongkar dugaan peredaran tiket palsu.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setiawan mengatakan, situasi sempat memanas ketika beberapa orang yang diduga suporter Persib berada di tengah dominasi pendukung Persija atau The Jakmania. "Ada beberapa suporter yang diduga pendukung Persib masuk ke stadion. Saat Persib mencetak gol, mereka refleks melakukan selebrasi sehingga sempat memicu ketegangan dengan suporter Persija," ujarnya, Senin (11/5).
Untuk mengantisipasi aksi pengeroyokan dan menjaga keselamatan para suporter, polisi langsung mengamankan tiga suporter Persib ke posko pengamanan stadion. "Pengamanan itu sifatnya perlindungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," jelasnya.
Selain insiden di tribun, polisi juga menemukan persoalan lain di area pintu masuk (gate) stadion. Sejumlah penonton mengaku gagal masuk karena tiket yang mereka gunakan tidak bisa dipindai saat proses scanning di gate masuk.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga telah terjadi peredaran tiket palsu. Agus menjelaskan, tiket pertandingan memiliki kode warna tertentu yang menyesuaikan dengan masing-masing gate stadion. "Yang paling banyak ditemukan itu tiket warna hitam untuk gate 17 dan 19. Banyak yang tidak bisa discan karena diduga tiket palsu," katanya.
Polisi kemudian melakukan penelusuran dan mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam praktik pemalsuan tiket. Dua di antaranya disebut sebagai aktor utama, sementara dua lainnya merupakan perempuan yang bekerja di bagian ticketing panitia pelaksana pertandingan.
"Dua perempuan itu diduga membeli tiket asli lalu melakukan pencetakan ulang pada hari pertandingan dan tiket tersebut diserahkan kepada dua pelaku laki-laki untuk dijual kembali," ungkapnya.
Tiket palsu itu dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 170 ribu per lembar. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sekitar 120 lembar tiket yang belum sempat digunakan maupun diedarkan. "Masih ada juga yang sudah terjual, tapi jumlah pastinya masih kami dalami karena belum semua korban memberikan keterangan," jelasnya
Sementara itu, polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak percetakan tiket dalam kasus tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan apakah pihak percetakan mengetahui penggunaan tiket itu atau tidak, sehingga belum bisa disimpulkan apakah dapat dikenakan pasal pengikut sertaan atau tidak. Setelah ada perkembangan penyelidikan, akan kami informasikan kembali," pungkasnya. (*)