SAMARINDA- Kebijakan efisiensi energi dan pola kerja fleksibel atau work from home (WFH) di lingkungan pemerintahan turut disikapi serius Pemerintah Kecamatan Samarinda Seberang.
Meski tetap wajib bekerja dari kantor karena masuk sektor pelayanan publik, jajaran kecamatan memilih cara berbeda: bersepeda setiap Jumat saat kunjungan lapangan ke kelurahan dan lingkungan warga. Langkah itu dijalankan sebagai bagian penghematan energi sekaligus perubahan perilaku aparatur.
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengatakan pihaknya sempat mempelajari pola penerapan WFH di sejumlah daerah. Menurutnya, semangat utama kebijakan itu bukan sekadar bekerja dari rumah, melainkan efisiensi energi tanpa menurunkan produktivitas kerja.
“Karena kecamatan ini masuk sektor pelayanan publik, kami tetap WFO total. Tapi bagaimana caranya tetap ikut menyumbang penghematan energi, ya salah satunya dengan naik sepeda ke kantor atau saat turun lapangan,” ujarnya, Jumat (15/5).
Ia menjelaskan, setiap Jumat sebagian pegawai yang rumahnya berdekatan dengan kantor didorong menggunakan sepeda. Tidak semua pegawai diwajibkan ikut, melainkan sebatas imbauan bagi yang memungkinkan, termasuk diteruskan ke tingkat kelurahan. “Ini sebagai upaya pembiasaan. Satu minggu satu kali,” singkatnya.
Aditya mengakui dampak penghematan bahan bakar mungkin tidak besar jika dihitung per orang. Namun, menurutnya, langkah kecil tersebut dapat menjadi awal perubahan kebiasaan yang lebih luas di masyarakat.
“Kalau dihitung mungkin cuma hemat bensin sedikit, tidak signifikan. Tapi kalau perubahan perilaku ini diikuti banyak orang, kan bagus. Seperti di Jepang atau Belanda, orang terbiasa naik sepeda,” jelasnya.
Dia menambahkan, agenda bersepeda sebenarnya diselaraskan dengan rutinitas Jumat yang sejak lama diisi kerja bakti dan kunjungan lapangan. “Sekarang ada nilai tambahnya, selain kerja juga olahraga, lebih merakyat, dan menunjukkan pemerintah juga bisa dekat dengan masyarakat,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani