PERLU DUKUNGAN: Dinas Ketapang Tani berharap dukungan pengawasan dari RT hingga Satpol PP terhadap maraknya lapak penjualan hewan kurban dadakan, dalam upaya peningkatan pengawasan kesehatan hewan. (Ilustrasi/KP)
SAMARINDA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) Samarinda berharap pengawasan terhadap lapak pedagang hewan kurban dadakan diperketat menjelang Iduladha 2026 / 1447 Hijriah.
Dukungan dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan hingga Satpol PP dinilai penting, menyusul masih ditemukannya pedagang yang tidak melapor pada tahun sebelumnya. Padahal, kewajiban pelaporan sudah diatur dalam surat edaran wali kota.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketapang Tani Samarinda, Maskuri, mengatakan keterbatasan personel membuat pengawasan lapangan tak bisa sepenuhnya dilakukan instansinya. Karena itu, koordinasi lintas wilayah menjadi penting untuk memastikan seluruh lapak hewan kurban terdata dan memenuhi aturan.
Baca Juga: Disdikbud Samarinda Petakan Potensi Defisit Guru
“Produk hukum yang mengawasi daerah itu Satpol PP. Legalitas tempat usaha juga diatur melalui kelurahan. Kami lebih melihat sisi kesehatannya,” ujarnya, Jumat (15/5).
Ia menjelaskan, Dinas Ketapang Tani tetap melakukan pemantauan pada titik-titik penjualan hewan kurban, terutama untuk memastikan kondisi kesehatan ternak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), vaksinasi, hingga kondisi fisik hewan.
“Kalau ada hewan yang secara fisik menunjukkan tanda-tanda tidak sehat, kami anjurkan karantina mandiri. Harus dipisahkan dari hewan lain,” jelasnya.
Maskuri mengungkapkan, masuknya hewan kurban ke Samarinda masih memiliki banyak celah meski jalur resmi tersedia melalui Tol Laut di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota. Hewan dari pemasok besar, terutama asal Kupang-NTT, Sulawesi dan Jawa, umumnya terpantau. Namun, pedagang dadakan masih menjadi tantangan tersendiri.
“Kami sudah mengantongi kontak beberapa pelaku yang tahun lalu ditemukan administrasinya tidak lengkap. Itu yang kami lakukan pembinaan. Tetapi masih banyak juga yang belum terlapor ke kami di tahun ini,” tegasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan