Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Keroyokan Tangani Banjir Lempake, Pengembang Perumahan Harus Buat Polder Penampungan Air

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 18 Mei 2026 | 08:20 WIB
NORMALISASI: Petugas gabungan membersihkan sedimentasi drainase di Jalan Sukorejo RT 43, Lempake, untuk mengurangi banjir. 
NORMALISASI: Petugas gabungan membersihkan sedimentasi drainase di Jalan Sukorejo RT 43, Lempake, untuk mengurangi banjir. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai bergerak menangani persoalan banjir di kawasan Jalan Sukorejo dan Purworejo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. 

Penanganan dilakukan melalui gotong royong massal dengan melibatkan Tim Hantu Banyu PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, OPD terkait hingga masyarakat setempat, Minggu (17/5).

Baca Juga: Grup D Piala Dunia 2026: Amerika Serikat, Paraguay, Australia, dan Turki Kuat-kuatan Mental

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, sejumlah kawasan permukiman di Lempake masih mengalami persoalan serius pada sistem drainase. Dari beberapa saluran irigasi yang ada, hanya satu yang masih berfungsi optimal. 

"Di kawasan ini ada beberapa RT terdampak, termasuk enam RT di perumahan sekitar Korem. Dari hasil peninjauan, saluran drainase yang berfungsi hanya satu. Itu yang menyebabkan genangan dan banjir saat hujan," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan rencana penambahan kawasan perumahan baru di sekitar lokasi. Karena itu, pemkot meminta penataan drainase dilakukan lebih dulu agar persoalan banjir tidak semakin meluas. 

"Kami ingin sebelum ada tambahan perumahan, tapi sistem drainase dan saluran airnya dibenahi dulu supaya tidak menambah dampak banjir bagi masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Kebut Sisa 33 Kilometer, Megaproyek Jalan Kubar–Mahulu Sepanjang 135 Km Ditarget Tuntas 2027

Dalam kegiatan gotong royong massal di Jalan Sukorejo RT 43, tim gabungan melakukan pengerukan sedimentasi pada saluran drainase yang mengalami pendangkalan. Pemkot juga meminta pengembang perumahan menyiapkan polder atau kolam penampungan air sementara sebelum pembangunan dilanjutkan.

"Kalau belum dibuatkan polder sementara, jangan dulu beroperasi. Kasihan masyarakat kalau terus terdampak banjir," tegasnya.

Selain pengerukan sedimentasi, pemkot juga berencana menaikkan jembatan yang dinilai menghambat aliran air serta menyiapkan pembangunan polder seluas sekitar 2 hektare di kawasan tersebut.

Baca Juga: Rivalitas Messi vs Ronaldo Berpotensi Memanas di Piala Dunia 2026

Namun, realisasi pembangunan itu nantinya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. "Harapannya genangan banjir bisa berkurang dan masyarakat tidak lagi terdampak banjir besar saat hujan deras," tutupnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#banjir #samarinda #lempake