KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kebakaran kembali terjadi di kawasan Pasar Segiri Samarinda, Senin (18/5) siang.
Kepulan asap hitam pekat dari salah satu lapak di lantai dua menyelimuti area pasar hingga membuat pengunjung sesak napas dan menghambat proses pemadaman.
Api diduga berasal dari aktivitas memasak di salah satu lapak, akibat kompor yang lupa dimatikan. Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi berjibaku menembus asap tebal untuk mencegah api meluas ke area lain di dalam pasar.
Baca Juga: PLN UIP KLT Kolaborasi dengan Kantor Pertanahan, Perkuat Kepastian Hukum Aset Kelistrikan di Paser
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut insiden kebakaran di Pasar Segiri harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi para pedagang yang beraktivitas di dalam kawasan pasar.
"Pasar itu fasilitas publik, jadi semua pedagang dan pihak yang ada di dalamnya harus sama-sama menjaga," ujarnya, Senin (18/5).
Menurutnya, Pemkot Samarinda akan terlebih dahulu melihat tingkat kerusakan dan dampak kebakaran sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Jika memungkinkan, perbaikan akan segera dilakukan seperti penanganan kebakaran sebelumnya di Pasar Segiri.
"Kami lihat dulu dampaknya sampai di mana. Kalau memang memungkinkan dan kita punya kemampuan, tentu akan segera diperbaiki," jelasnya.
Andi Harun juga mengingatkan pentingnya keterlibatan pedagang dalam menjaga keamanan pasar, khususnya terkait penggunaan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran. "Kalau tidak melibatkan orang-orang di dalam pasar untuk menjaga bersama, sampai kapan pun akan sulit mewujudkan pasar yang aman," tegasnya.
Baca Juga: KPPU Denda NTT Docomo Rp2 Miliar, Telat Lapor Akuisisi Saham Intage
Dia juga berharap kejadian serupa tidak terus berulang karena selain merugikan pedagang, kebakaran juga berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional terbesar di Samarinda tersebut. (*)
Editor : Dwi Restu A