SAMARINDA- Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mulai mengevaluasi pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Samarinda Kota, serta Car Free Day (CFD) di Jalan KH Fakhruddin atau eks Jalan Anggi, Kecamatan Sungai Kunjang. Evaluasi dilakukan menyusul munculnya parkir liar yang menjamur selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, evaluasi telah dilakukan bersama sejumlah pihak pada Selasa (19/5), mulai dari pelaku UMKM, kepolisian, kelurahan hingga kecamatan setempat. Salah satu fokus utama ialah penataan parkir agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu pungutan liar.
“Selama tiga minggu dua kegiatan ini berjalan. Kami menerima keluhan jukir liar beroperasi di CFN, salah satunya bawah jalan Balai Kota. Makanya penutupan Jalan Kusuma Bangsa nanti dimajukan mulai dari simpang tiga Hotel Mesra Samarinda,” ujarnya, Selasa (19/5).
Dengan skema baru tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak lagi diperbolehkan masuk ke kawasan CFN. Pengunjung diarahkan memarkir kendaraan di area Go Mall maupun kompleks GOR Segiri melalui Jalan KH Agus Salim.
Menurut Manalu, kebijakan itu diharapkan mampu mengurangi praktik jukir liar yang belakangan dikeluhkan warga. Selain itu, masyarakat juga mulai dibiasakan berjalan kaki menuju lokasi kegiatan. “Parkir kami arahkan ke Go Mall atau GOR Segiri. Jangan lagi parkir di badan jalan dan kawasan sekitar,” tegasnya.
Tak hanya soal parkir, Dishub juga mulai mendorong pengurangan sampah plastik di area CFD dan CFN. Pelaku UMKM diminta tidak lagi menyediakan kantong kresek gratis bagi pembeli, sementara masyarakat diimbau membawa tas belanja sendiri. “CFD dan CFN ini bukan hanya ruang olahraga dan rekreasi, tapi juga edukasi. Kami ingin mengurangi sampah plastik dari hulunya,” jelasnya.
Dishub juga membuka peluang menghadirkan CFD di kawasan Citra Niaga. Namun realisasinya masih menunggu kesiapan personel, dengan target pelaksanaan mulai Agustus mendatang. “Kalau SDM kami memungkinkan, itu akan kita jalankan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani