Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dana Probebaya Disesuaikan, Tiap RT Tahun Ini Hanya Terima Rp75 Juta

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:55 WIB
DISESUAIKAN: Alokasi anggaran Program Probebaya 2026 di Samarinda disesuaikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. (HAFIZ/KP)
DISESUAIKAN: Alokasi anggaran Program Probebaya 2026 di Samarinda disesuaikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. (HAFIZ/KP)

  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tekanan efisiensi anggaran mulai berdampak pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) di Kota Samarinda. Jika sebelumnya setiap RT mendapat alokasi Rp 100 juta per tahun, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyesuaikan anggaran menjadi Rp 75 juta pada 2026.

Meski mengalami penyesuaian, Pemkot memastikan Probebaya tetap dipertahankan karena dinilai menjadi salah satu program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menopang perputaran ekonomi warga.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, pengurangan alokasi anggaran dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi nasional. "Pemkot sudah lakukan penyesuaian. Awalnya setiap RT mendapat Rp 100 juta, tahun ini baru kami alokasikan Rp75 juta," ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pasca Kebakaran, Aktivitas Los Sayur Pasar Segiri Mulai Pulih

Menurutnya, alokasi tersebut sementara diberikan dalam satu tahap. Namun Pemkot masih membuka peluang penambahan Rp 25 juta melalui APBD Perubahan apabila kemampuan anggaran daerah memungkinkan.

"Kalau anggaran cukup dan tersedia di APBD Perubahan, sisanya Rp 25 juta akan  dialokasikan," tegasnya.

Andi Harun menegaskan, Probebaya tetap masuk kategori prioritas karena sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menitikberatkan belanja daerah pada sektor pelayanan dasar masyarakat.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur lingkungan berskala kecil, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat RT.

"Probebaya dapat dikualifikasi sebagai bentuk pelayanan dasar karena di dalamnya ada pembangunan infrastruktur kecil dan kegiatan pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, program tersebut juga dinilai memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pola belanja pemerintah yang produktif dan langsung dirasakan masyarakat.

"Probebaya merupakan salah satu belanja yang produktif dan berkualitas. Dampaknya bisa kita lihat terhadap pertumbuhan ekonomi Samarinda yang relatif stabil dibanding daerah lain," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Probebaya Samarinda #efisiensi anggaran #pemkot samarinda #andi harun