Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Banyak yang Pertanyakan Keamanan Terowongan Samarinda, Publik Diminta Jangan Mudah Terprovokasi

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:36 WIB

 

VERIFIKASI: Pemkot meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi di media sosial pasca muncul longsor di Terowongan Samarinda.
VERIFIKASI: Pemkot meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi di media sosial pasca muncul longsor di Terowongan Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Beredarnya video yang menyebut Terowongan Samarinda kembali mengalami longsor memicu beragam reaksi di media sosial. 

Dalam video tersebut material tanah menutupi sebagian lereng di atas mulut terowongan sisi Jalan Sultan Alimuddin, Kecamatan Sambutan. Namun, Pemkot Samarinda memastikan informasi yang beredar tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dan dinilai telah menggiring opini negatif di tengah masyarakat.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menepis informasi yang beredar di sejumlah akun media sosial, dan menyebut bentuk penggiringan opini yang tidak berdasarkan fakta di lapangan. Menurutnya, sebagian konten yang beredar bahkan menggunakan informasi lama yang kembali dipublikasikan seolah-olah merupakan kejadian baru.

Baca Juga: Kala Kritikan Dianggap Ancaman: Siapa Pantas Bersuara?

"Saya sudah membaca. Sangat jelas sekali karakter media sosial tertentu yang menggiring opini negatif dan menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya terkait Terowongan Samarinda," ujarnya, Sabtu (30/5).

Dia mengaku sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang tidak dilengkapi data maupun konfirmasi kepada pihak terkait. Sebagian informasi sengaja diangkat untuk memunculkan keresahan dan polemik di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi terowongan saat ini justru menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, Pemkot Samarinda telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menilai proyek terowongan tersebut memiliki potensi menjadi percontohan nasional. "Justru yang terjadi sebaliknya. Kami sudah bertemu dengan Kementerian PUPR dan ada proyeksi agar Terowongan Samarinda menjadi model pembangunan terowongan di Indonesia," tegasnya.  

Baca Juga: Mau Santai dan Nikmati Suasana Tenang? Carita Lounge & Coffee di Claro Pandurata Hotel Samarinda Jawabannya

Andi menjelaskan, memang terdapat pergeseran tanah di beberapa titik sekitar kawasan terowongan. Namun, lokasinya berada jauh dari mulut terowongan dan tidak berdampak terhadap konstruksi utama. Kondisi tersebut, kata dia, kemudian diperbesar dan dipersepsikan sebagai longsor yang mengancam keamanan terowongan.

“Ada sedikit pergeseran tanah di satu dua titik yang jauh dari mulut terowongan. Lalu itu seolah-olah menjadi masalah besar. Padahal tidak seperti yang diberitakan," jelasnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu benar. Menurutnya, kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan berdasarkan fakta dan bertujuan membangun daerah.

"Kami pemerintah tidak pernah merasa selalu benar. Kami juga bisa salah. Tapi kalau tidak bisa memberi kebaikan untuk daerah ini, jangan sampai justru merusaknya dengan informasi yang tidak berdasar," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#keamanan #uji kelayakan #Terowongan Samarinda #samarinda #longsor