Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Bawang di Pasar Segiri Melonjak, Bawang Merah Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram  

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 8 Juni 2026 | 12:58 WIB
MELONJAK: Harga bawang merah di Pasar Segiri mencapai Rp 70 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp 40 ribu per kilogram akibat kenaikan harga dari daerah pemasok, Senin (8/6). (HAFIZ/KP)

 
MELONJAK: Harga bawang merah di Pasar Segiri mencapai Rp 70 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp 40 ribu per kilogram akibat kenaikan harga dari daerah pemasok, Senin (8/6). (HAFIZ/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali dirasakan masyarakat Samarinda. Memasuki pekan kedua Juni, harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Segiri mengalami lonjakan cukup signifikan.

Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli sama-sama harus beradaptasi dengan harga baru yang jauh lebih tinggi dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Sawit Turun, DPRD Kutim Kritik Dinas Perkebunan yang Tak Punya Data  

Pedagang bawang di Pasar Segiri, Adi (30) mengatakan, kenaikan harga terjadi akibat meningkatnya harga dari daerah pemasok. Menurutnya, pedagang hanya menyesuaikan harga jual dengan harga yang diterima dari distributor.

"Harga dari sananya memang naik. Bukan kami yang mencari untung lebih, tetapi memang harga dari daerah pemasok sudah naik," ujarnya saat ditemui, Senin (8/6).

Adi menjelaskan, harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp 55 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Sementara bawang putih yang sebelumnya dijual Rp 30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Baca Juga: Terkendala Serifikat Halal, Pasokan Ayam ke Dapur SPPG Terhenti, Distributor Gigit Jari  

Ia mengaku saat ini memilih memasok bawang merah dari Probolinggo, Jawa Timur, dibanding Sulawesi. Selain kualitasnya lebih baik dengan ukuran yang lebih besar, harga yang ditawarkan relatif sama dengan bawang asal Sulawesi yang berukuran lebih kecil.

"Sebelumnya saya ambil dari Sulawesi, tetapi ukurannya kecil-kecil. Sekarang ambil dari Probolinggo karena ukuran bawangnya lebih besar dengan harga yang tidak jauh berbeda," jelasnya.

Baca Juga: Tak Bisa Terus-Terusan Mengandalkan Ayam Beku, RAB Dapur bisa Boncos  

Kenaikan juga terjadi pada tingkat distributor. Harga bawang putih yang sebelumnya sekitar Rp 410 ribu per karung kini mencapai Rp 610 ribu per karung. Kondisi itu secara otomatis berdampak pada harga jual di tingkat pedagang.

Menurut Adi, pada awal kenaikan harga sebagian pembeli sempat terkejut. Namun biasanya masyarakat akan mulai menyesuaikan diri apabila harga bertahan dalam beberapa hari.

"Kalau baru naik memang pembeli kaget. Tapi kalau dua atau tiga hari harganya tetap seperti itu, biasanya mereka sudah terbiasa dan tetap membeli," ungkapnya.

Terkait penyebab kenaikan, Adi menduga melemahnya nilai tukar rupiah serta tingginya curah hujan di daerah sentra produksi menjadi faktor utama. Cuaca yang kurang bersahabat dapat memengaruhi kualitas dan hasil panen bawang sehingga pasokan berkurang.

"Curah hujan yang terus-menerus membuat hasil panen berkurang, kualitas bawang menjadi lembap. Itu yang kemungkinan ikut memengaruhi kenaikan harga," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kenaikan harga #pedagang #samarinda #bawang merah #bawang putih