Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Ayam Potong Kembali Naik, Pedagang Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun  

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 8 Juni 2026 | 16:35 WIB

 

HAFIZ/KP

KEMBALI NAIK: Harga ayam potong di Pasar Segiri Samarinda naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu per ekor dalam tiga hari terakhir.

 
KEMBALI NAIK: Harga ayam potong di Pasar Segiri Samarinda naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu per ekor dalam tiga hari terakhir. (HAFIZ/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak hanya terjadi pada bawang merah dan bawang putih yang dirasakan masyarakat Samarinda. Harga ayam potong di Pasar Segiri juga mulai merangkak naik. Dalam tiga hari terakhir, harga ayam potong meningkat sekitar Rp 5 ribu per ekor, kondisi yang turut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Pedagang ayam potong di Pasar Segiri Eka mengatakan, harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp 50 ribu kini naik menjadi Rp 55 ribu per ekor. "Harga ayam naik. Sebelumnya Rp 50 ribu, sekarang sudah Rp 55 ribu. Naiknya sekitar tiga hari yang lalu," ujarnya, Senin (8/6).

Baca Juga: Rumah Magot di Balikpapan Kota: Kelola Sampah Organik, Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Pasokan ayam yang dijualnya diperoleh langsung dari peternak. Ia dan keluarganya mengambil ayam langsung dari kandang sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Meski demikian, ia menilai kenaikan harga ayam bukan hal baru. Fluktuasi harga sudah menjadi kondisi yang biasa terjadi dalam perdagangan ayam potong. "Kalau naik turun harga memang biasa. Sudah sering seperti itu," jelasnya.

Namun, kenaikan harga kali ini bertepatan dengan kondisi pasar yang sedang lesu. Akibatnya, jumlah pembeli yang datang mengalami penurunan dibanding hari-hari sebelumnya. "Akhir-akhir ini daya beli masyarakat menurun banget. Memang belakangan ini pembeli sedang sepi," ungkapnya.

Meski demikian, Eka mengaku masih mampu menjual sekitar 200 hingga 300 ekor ayam per hari. Penjualan tersebut tidak hanya berasal dari pembeli eceran, tetapi juga pelanggan tetap seperti pemilik rumah makan yang rutin mengambil pasokan ayam potong. "Alhamdulillah masih ada pelanggan tetap, termasuk dari rumah makan. Jadi penjualan masih lumayan," tuturnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga kerap memunculkan keluhan dari pembeli. Banyak pelanggan yang mempertanyakan alasan harga ayam kembali naik dalam waktu singkat. "Biasanya pembeli bilang, kemarin harganya segini, kenapa sekarang naik. Ya namanya pembeli pasti maunya harga murah," tuturnya seraya tersenyum. (*)

Editor : Sukri Sikki
#naik #pedagang #harga ayam #Pasar Segiri Samarinda