Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Banjir di Palaran Samarinda Sempat Viral, Camat Tegaskan Bukan Akibat Aktivitas Tambang

Denny Saputra • Jumat, 12 Juni 2026 | 19:36 WIB
PANTAU: Muhammad Dahlan (batik merah) memantau kondisi genangan banjir di Kecamatan Palaran, Kamis (11/6).
PANTAU: Muhammad Dahlan (batik merah) memantau kondisi genangan banjir di Kecamatan Palaran, Kamis (11/6).

SAMARINDA – Genangan yang sempat merendam sejumlah ruas jalan dan permukiman di Kecamatan Palaran pada Kamis (11/6) memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Sebagian warganet mengaitkan banjir dengan aktivitas pengupasan lahan di sekitar kawasan tersebut. Namun, Pemerintah Kecamatan Palaran menegaskan genangan tidak disebabkan oleh aktivitas tambang.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Samarinda, genangan terjadi di beberapa titik, antara lain Jalan Delima dan simpang empat Jalan Nahkoda di Kelurahan Bukuan. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air akibat penyempitan dan sumbatan di sejumlah lokasi.

Baca Juga: Mitigasi Banjir Samarinda, Komisi IV DPRD Kaltim Sidak Keamanan Bendali HM Ardans

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Peti Kemas, Jalan Pariket di Kelurahan Rawa Makmur, hingga kawasan Kampung Baru. Air sempat meluap ke badan jalan dan sebagian permukiman warga sebelum berangsur surut beberapa jam kemudian.

Camat Palaran Muhammad Dahlan mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan penyebab utama genangan adalah tingginya curah hujan yang tidak diimbangi kapasitas drainase yang memadai. Beberapa saluran air diketahui sempit, dangkal, dan mengalami hambatan aliran.

“Curah hujan sangat tinggi. Ada beberapa saluran air yang sempit dan dangkal sehingga air meluap dan menimbulkan genangan di sejumlah titik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6).

Menurut Dahlan, genangan di Jalan Pariket dipicu oleh saluran penyeberangan air di bawah badan jalan yang berukuran terlalu kecil. Sementara di kawasan Jalan Ampera, aliran air terganggu akibat kondisi parit yang sempit dan sebagian tertutup bangunan maupun penutup drainase yang dibuat warga.

Baca Juga: SPMB SD Samarinda Tuntas Tanpa Aduan, Tim Pengawas Kini Fokus Awasi Penerimaan SMP

“Penyebabnya karena drainase yang tidak lancar,” jelasnya.

Menanggapi dugaan yang berkembang di media sosial terkait aktivitas tambang maupun pengupasan lahan, Dahlan memastikan hal tersebut bukan faktor dominan penyebab banjir. Pemerintah kecamatan telah melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik yang terdampak.

“Tambang di sekitar permukiman tidak ada. Memang ada beberapa pengupasan lahan, tetapi itu bukan penyebab utama. Yang dominan adalah curah hujan yang tinggi. Setelah sekitar satu jam, air juga sudah surut dan kondisi kembali normal,” tegasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir Palaran #Camat Palaran #banjir samarinda