KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya merampungkan struktur pengurus baru Dewan Pengurus Cabang PKB se-Kaltim periode 2026-2031.
Hal itu tertuang dalam Surat DPP PKB Nomor 256/BA/TK-VI/2026 yang diterbitkan pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dengan terbitnya surat itu, maka rangkaian seleksi yang digelar sejak April lalu berakhir sudah dengan ditunjuknya nakhoda-nakhoda partai di tingkat kabupaten/kota.
Dengan keluarnya surat tersebut, berakhirlah rangkaian panjang proses seleksi yang dalam beberapa bulan terakhir berlangsung nyaris tanpa jeda, mulai dari pemeriksaan administrasi, validasi, hingga verifikasi para kandidat yang diproyeksikan menjadi nakhoda partai di tingkat kabupaten dan kota.
Baca Juga: DPRD Kaltim Tunda Paripurna Hak Angket, PKB Tegaskan Tetap Kawal Aspirasi Warga
Untuk seleksi di Kutai Timur, DPP memberikan perlakuan berbeda dengan tidak mengikuti mekanisme penjaringan seperti pemeriksaan administrasi, validasi, hingga verifikasi para kandidat oleh tim penjaringan di tingkat provinsi.
Para kandidat Ketua DPC PKB Kutim langsung diminta ke Jakarta untuk menjalani UKK di bawah pengawasan tim khusus bentukan DPP.
Kegagalan PKB Kutim mempertahankan momentum dan mengamankan kursi di parlemen daerah pada pemilu sebelumnya menjadi dasar mengapa penjaringan memiliki mekanisme yang berbeda.
Dengan rampungnya struktur baru itu, hal tersebut disambut pesan tegas dari Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin. Pria yang akrab disapa Udin itu mengingatkan bahwa Pemilu dan Pilkada Serentak 2029 sudah menunggu di depan mata.
Baca Juga: Paripurna DPRD Kaltim Memanas: PDIP-PKB Desak Hak Angket, Golkar Ingatkan Jangan Terbawa Emosi
Menurutnya, para pengurus baru harus segera bergerak melakukan konsolidasi internal, memperkuat mesin partai hingga tingkat bawah, sekaligus menyusun strategi yang terukur untuk mendongkrak elektabilitas PKB.
"Poin pentingnya adalah bagaimana mereka mampu merancang target perolehan suara dan kursi PKB di pemilu mendatang, serta strategi memenangkan kontestasi politik ke depan," tegas Udin, Jumat, 12 Juni 2026.
Dengan formasi baru yang kini telah lengkap di 10 kabupaten dan kota, PKB Kaltim tampaknya tak ingin sekadar menjadi penonton dalam pertarungan politik berikutnya. Mesin partai diminta segera dipanaskan.
"Karena dalam politik, waktu bergerak lebih cepat daripada yang disadari banyak orang," katanya singkat. (*)
Editor : Almasrifah