KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sepinya aktivitas jual beli di lantai atas Pasar Pagi Samarinda pascarevitalisasi mulai mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Keluhan pedagang yang mengaku kesulitan mendapatkan pembeli karena minimnya pengunjung yang naik ke lantai atas mendorong pemkot menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya pembangunan eskalator di pintu masuk pasar.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengakui, kondisi pasar saat ini memang belum sepenuhnya ideal. Selain dipengaruhi daya beli masyarakat yang sedang lesu, akses menuju lantai atas juga dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pengunjung.
"Memang sekarang ini pasar di mana-mana sedang lesu. Tetapi kami juga melihat ada persoalan akses yang perlu diperbaiki agar pengunjung lebih mudah menjangkau lantai atas Pasar Pagi," ujarnya, Jumat (19/6).
Menurut Marnabas, saat revitalisasi pasar dilakukan, pemkot semula berasumsi pengunjung akan memanfaatkan fasilitas lift yang telah tersedia. Saat ini terdapat dua unit lift yang ditempatkan di sisi Jalan Mulawarman dan Jalan Gajah Mada.
Namun dalam praktiknya, kebiasaan masyarakat ternyata berbeda dari perkiraan. Pengunjung dinilai lebih menyukai penggunaan eskalator dibanding lift untuk berpindah lantai. "Kami sudah menyiapkan dua lift, tetapi ternyata masyarakat Samarinda lebih senang menggunakan eskalator. Itu yang sekarang menjadi bahan evaluasi kami," jelasnya.
Karena itu, Pemkot Samarinda mulai mempertimbangkan pembangunan eskalator di dua akses utama Pasar Pagi, yakni dari sisi Jalan Mulawarman dan Jalan Gajah Mada. Dengan tambahan fasilitas tersebut, diharapkan mobilitas pengunjung menuju lantai atas dapat meningkat sehingga aktivitas perdagangan kembali bergairah.
Selain aspek fungsional, pemkot juga memperhatikan estetika bangunan pasar. Marnabas mengatakan pembangunan eskalator nantinya akan disertai kanopi pelindung. "Kalau dibuat eskalator tentu harus ada kanopi. Tetapi desainnya akan dipikirkan dengan baik supaya tetap mendukung estetika Pasar Pagi," tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani