SAMARINDA – Meski telah rampung dibangun pada akhir 2025, fasilitas driving range di kawasan GOR Segiri hingga kini belum difungsikan. Pemerintah Kota Samarinda masih menemukan sejumlah hal yang perlu dibenahi sebelum fasilitas olahraga senilai Rp 61,8 miliar itu dibuka untuk masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri usai melakukan peninjauan ke fasilitas driving range dan Sport Hub di kawasan GOR Segiri, Selasa (23/6). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana olahraga yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Tujuan kami ke lapangan untuk optimalisasi fasilitas olahraga. Secara keseluruhan driving range sebenarnya sudah bisa digunakan, tetapi ada beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki, terutama yang berkaitan dengan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna,” ujarnya.
Menurut Saef (sapaan akrab Saefuddin Zuhri), salah satu perhatian utama adalah sistem pengamanan area driving range. Sebab, aktivitas memukul bola golf berisiko menimbulkan bahaya apabila tidak didukung infrastruktur pengaman yang memadai.
“Karena ini berkaitan dengan keselamatan. Jangan sampai bola mengenai fasilitas lain atau membahayakan pengunjung. Nanti akan disampaikan kepada tim teknis untuk dilakukan penyempurnaan,” tegasnya.
Sementara itu, fasilitas Sport Hub yang dibangun dengan anggaran Rp 39,6 miliar juga belum dapat dioperasikan. Selain masih menunggu kelengkapan fasilitas pendukung, akses menuju kawasan tersebut dinilai belum memadai.
Saefuddin menjelaskan bangunan utama, termasuk fasilitas kolam renang, sebenarnya telah siap digunakan. Namun pembangunan akses jalan dan sejumlah sarana penunjang masih berjalan melalui anggaran tahun 2026. “Ini sudah dianggarkan, harapannya setelah lelang selesai, bisa segera difungsikan,” jelasnya.
Ia memperkirakan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam dua hingga empat bulan ke depan. Setelah seluruh akses dan fasilitas pendukung rampung, kawasan olahraga itu akan dibuka untuk masyarakat umum. “Target kami fisiknya diselesaikan terlebih dahulu. Kalau akses jalan dan fasilitas pendukung selesai, insyaallah bisa segera dibuka untuk umum,” tambahnya.
Terkait tarif penggunaan fasilitas, Saef memastikan nantinya akan diatur melalui peraturan daerah agar tetap terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendukung operasional pengelolaan fasilitas olahraga tersebut. “Semua akan dihitung dengan rinci, tidak akan membebani masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani