KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Rencana program konsolidasi tanah di Kecamatan Samarinda Seberang masih terus dimatangkan. Selain menunggu kepastian anggaran, pemkot masih menugaskan OPD teknis menyusun desain penataan kawasan.
Program yang direncanakan dimulai di Kelurahan Tenun tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah mengurangi kawasan permukiman kumuh sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih layak huni.
Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan, pemerintah belum dapat memastikan waktu pelaksanaan karena seluruh konsep penataan harus benar-benar siap sebelum disosialisasikan kepada masyarakat.
Menurutnya, kesiapan anggaran juga menjadi faktor penting agar program dapat berjalan sesuai rencana. "Insyaallah masyarakat siap, tetapi tentu mereka ingin melihat terlebih dahulu konsep yang ditawarkan pemerintah. Akan ada perubahan kondisi sosial di lingkungan mereka sehingga perlu dipahami bersama," ujarnya, Selasa (30/6).
Baca Juga: Dalih Race Pack hingga Izin Tak Terbit, Polresta Samarinda Bantah Alasan Penyelenggara Half Marathon
Aditya mengakui sebagian warga masih mempertimbangkan dampak penataan terhadap rumah yang ditempati. Ada kemungkinan luas bangunan maupun jumlah ruangan berkurang, terutama pada rumah yang dihuni beberapa generasi dalam satu keluarga. “Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam proses konsolidasi tanah,” akunya.
Namun, Aditya menilai manfaat jangka panjang jauh lebih besar. Penataan kawasan akan menghadirkan akses jalan yang lebih lebar, memudahkan mobilitas warga dan kendaraan darurat, serta meningkatkan aspek keselamatan apabila terjadi kebakaran.
“Nilai ekonomi pada rumah tinggal tersebut juga diperkirakan meningkat karena lingkungan menjadi lebih tertata dan memiliki infrastruktur yang lebih baik,” jelasnya.
Meski demikian, Aditya menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru melakukan sosialisasi sebelum seluruh kesiapan, terutama pembiayaan, benar-benar jelas. Pihaknya khawatir rencana yang belum memiliki kepastian justru menimbulkan ekspektasi di tengah masyarakat.
“Ke depan, program konsolidasi tanah diharapkan menjadi salah satu solusi penataan kawasan padat di Samarinda Seberang sehingga lingkungan yang sebelumnya tergolong kumuh dapat berubah menjadi permukiman yang sehat, aman, dan layak huni,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo