KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya memperluas layanan air bersih di Kota Samarinda terus dipacu. Perumdam Tirta Kencana ditargetkan cakupan layanan mencapai 100 persen pada 2027, meski mengakui masih menghadapi tantangan jaringan perpipaan dan kondisi geografis di sejumlah kawasan.
Tahun ini, Kecamatan Palaran menjadi fokus utama pengembangan dengan dukungan anggaran puluhan miliar rupiah dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota.
Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin mengatakan, peningkatan pelayanan menjadi perhatian utama, baik dari sisi kualitas air maupun kelancaran distribusi kepada pelanggan.
"Yang menjadi perhatian tentu kualitas air pelanggan. Misalnya masalah kekeruhan, kami upayakan agar tidak terulang lagi," ujarnya, Rabu (1/7).
Baca Juga: Efek Ramadan dan THR Sukses Bikin Sektor Hotel Hingga Ritel Panen Cuan Gila-gilaan!
Selain menjaga kualitas, Perumdam juga melanjutkan pembangunan jaringan perpipaan pada 2026. Saat ini cakupan layanan air bersih di Samarinda telah mencapai sekitar 85 persen.
Menurut Kaharuddin, sekitar 15 persen wilayah yang belum terlayani umumnya berada di kawasan pinggiran yang belum memiliki jaringan pipa.
"Di Palaran insyaallah tahun ini kita upayakan tuntas. Ada bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp22 miliar lebih. Dari pemerintah kota dan provinsi juga ada. Hampir 70 persen anggaran pengembangan tahun ini difokuskan ke Palaran," jelasnya.
Ia menyebut total anggaran pengembangan jaringan di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp60 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jaringan pipa utama dan pipa sekunder dengan target melayani sekitar 3.500 calon pelanggan baru.
Baca Juga: Puluhan Orang Tua Mengadu ke DPRD, TRC PPA Desak SPMB Samarinda Dievaluasi
Proses proyek kini telah memasuki tahap lelang di pemerintah pusat. Jika berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan mulai beroperasi secara optimal pada awal Januari 2027.
"Targetnya selesai akhir tahun ini. Karena prosesnya cukup panjang, kemungkinan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat pada awal Januari tahun depan," katanya.
Terkait target cakupan layanan 100 persen pada 2027 yang didorong DPRD Kota Samarinda, Kaharuddin mengatakan Perumdam akan berupaya semaksimal mungkin merealisasikannya.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama pembangunan jaringan perpipaan menuju permukiman yang berjauhan serta kondisi kontur wilayah yang membutuhkan investasi cukup besar.
"Kami optimistis, tetapi memang tantangannya cukup besar. Permukiman yang berjauhan membutuhkan jaringan pipa lebih panjang sehingga anggarannya juga besar," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo