SAMARINDA- Program penukaran sampah dengan paket bahan pokok tidak berhenti sebagai agenda peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menyiapkan skema agar kegiatan tersebut dapat digelar secara berkelanjutan dengan dukungan sejumlah perusahaan sebagai penyedia paket sembako.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan, arahan Wali Kota Andi Harun menekankan agar program tersebut menjadi bagian dari edukasi pemilahan sampah, bukan sekadar kegiatan seremonial. Karena itu, komunikasi dengan sejumlah calon donatur telah dilakukan untuk memastikan ketersediaan paket sembako pada pelaksanaan berikutnya.
"Pak Wali Kota berpesan khusus kaitannya dengan keberlanjutan tukar sampah dengan sembako. Sejauh ini kami sudah berkomunikasi dengan beberapa donatur," ujarnya, Rabu (1/7).
Dia menjelaskan, penukaran masih difokuskan pada sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kardus, dan kertas dengan berat minimal setengah kilogram. Warga yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh paket berisi beras, minyak goreng, dan gula. “Namun, komposisi bantuan akan disesuaikan dengan dukungan dari para donatur,” jelasnya.
Dia menambahkan, DLH akan mengevaluasi mekanisme penukaran agar cakupannya semakin luas dan lebih mudah diikuti masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan tidak hanya berlangsung di satu lokasi. “Sebagaimana arahan walikota nantinya akan diperluas hingga seluruh kecamatan dan kelurahan di Samarinda,” tambahnya.
Menurut Suwarso, program tersebut akan dipadukan dengan gerakan sedekah sampah yang selama ini telah berjalan. Harapannya, masyarakat terbiasa memilah sampah rumah tangga sejak dari sumber sehingga volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan. “Material yang masih bernilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali melalui bank sampah,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani