SAMARINDA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mulai memetik hasil dari penerapan sistem digital pada armada angkutan sampah. Pemasangan GPS tracker di 30 unit truk pengangkut sampah berhasil menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga sekitar 8 persen, sekaligus memperketat pengawasan terhadap kinerja sopir di lapangan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3) DLH Samarinda Muhammad Taufiq Fajar mengatakan penghematan tersebut dihitung berdasarkan volume pemakaian BBM dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Padahal, tahun ini jumlah armada bertambah 10 unit sehingga konsumsi BBM seharusnya meningkat, dengan total sekitar 73 armada truk sampah termasuk tangki dan penyapu jalan.
"Secara liter pemakaian justru turun sekitar 8 persen. Walaupun secara anggaran tetap naik karena harga BBM mengalami kenaikan, tetapi dari sisi konsumsi sudah jauh lebih efisien," ujarnya, Kamis (2/7).
Menurut Taufiq, perangkat GPS tidak hanya menampilkan posisi kendaraan secara real time, tetapi juga merekam seluruh rute perjalanan armada, mulai dari titik keberangkatan, lokasi singgah, hingga tiba di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Data tersebut menjadi dasar untuk memastikan setiap sopir menjalankan target operasional, termasuk kewajiban melakukan dua ritase pengangkutan setiap hari.
“Kami memantau dari dashboard yang ditampilkan oleh pihak ketiga penyedia alat tersebut,” jelasnya.
Perangkat itu juga dilengkapi sensor BBM yang mampu memantau perubahan volume bahan bakar. Dari evaluasi selama tiga bulan, DLH menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan BBM. Berdasarkan data yang terekam, tiga sopir telah dipanggil dan diberikan surat peringatan (SP) setelah mengakui adanya praktik penjualan BBM.
"Kami bisa mengetahui ketika ada pengurangan BBM di lokasi yang tidak semestinya. Data itu kemudian kami klarifikasi sebelum diberikan pembinaan," tegasnya.
Dia menambahkan, ke depan, seluruh armada angkutan sampah ditargetkan menggunakan sistem serupa. Bahkan DLH bersama Diskominfo Samarinda tengah menyiapkan platform GPS tracker dan fleet management system yang dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.
“Sistem tersebut nantinya tidak hanya memantau pergerakan kendaraan dan konsumsi BBM, tetapi juga dapat mengintegrasikan data ritase, titik TPS, hingga kapasitas muatan sampah sebagai bagian dari percepatan digitalisasi layanan persampahan di Kota Samarinda,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani