Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Disporapar Samarinda Diusul Pecah, DPRD Kritik Anggaran Pariwisata Kecil padahal Target Gencar

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:11 WIB
TAK MAKSIMAL: DPRD Samarinda mendorong pemisahan Disporapar agar pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lebih fokus. (HAFIZ/KP)
TAK MAKSIMAL: DPRD Samarinda mendorong pemisahan Disporapar agar pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lebih fokus. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Wacana pemisahan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda kembali mencuat. Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan kajian sebagai langkah awal sebelum memutuskan memisahkan urusan kepemudaan dan olahraga dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin mengatakan, pembahasan mengenai pemisahan organisasi perangkat daerah tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. "Pembicaraan tentang pemisahan Disporapar sebenarnya sudah lama dihembuskan. Kami juga sudah menyampaikan kepada bidang organisasi untuk membuat kajian. Karena ini harus dikaji terlebih dahulu, baik dari sisi aturan maupun kebutuhan organisasinya," ujarnya, Kamis (2/7).

Menurut Muslimin, realisasi pemisahan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), kebutuhan anggaran, hingga hasil kajian organisasi.

Ia menjelaskan, penggabungan dinas olahraga dan pariwisata sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi birokrasi. Karena itu, apabila nantinya dipisahkan, pemerintah harus menyiapkan konsekuensi berupa tambahan pegawai, anggaran operasional, hingga struktur organisasi baru.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Hasanuddin Mas'ud Sentil Gurita Pabrik CPO Tanpa Kebun hingga Triliunan Rupiah di Muara Berau

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi menegaskan pihaknya justru mendorong agar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipisahkan dari Dinas Pemuda dan Olahraga agar pengelolaannya lebih fokus.

Menurutnya, selama dua sektor tersebut digabung, pengembangan pariwisata belum berjalan optimal, padahal Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong pembangunan destinasi wisata dan ekonomi kreatif. "Kalau selama ini digabung, jadinya tidak fokus. Pemerintah kota gencar bicara pariwisata, membangun spot-spot wisata, tetapi anggaran untuk pariwisatanya justru kecil. Ini tidak sinkron," tegasnya.

Iswandi menyebut, hingga pertengahan 2026 realisasi PAD sektor pariwisata sudah mencapai sekitar Rp750 juta dari target Rp1,4 miliar. Meski capaian itu sudah melampaui 50 persen, menurutnya potensi yang dimiliki Samarinda masih jauh lebih besar apabila dikelola secara maksimal.

Baca Juga: Prevalensi Stunting Menurun, DPPKB Genjot Validasi Data Posyandu

Selain itu, Komisi II juga menemukan sejumlah aset olahraga milik Pemkot Samarinda yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya Stadion Segiri yang hingga kini belum diserahterimakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Pemerintah Kota Samarinda.

Akibatnya, pengelolaan fasilitas penunjang stadion, termasuk ruko-ruko yang tersedia, belum bisa dilakukan secara maksimal karena masih terkendala administrasi. "Ini juga akan kami tindak lanjuti. Harapan kami, kalau dinasnya sudah dipisah, pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif bisa lebih efektif, begitu juga pembinaan olahraga," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#dprd samarinda #Disporapar Samarinda #PAD Samarinda