Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Fasilitas Olahraga Samarinda Ditarik Retribusi, Disporapar Tegaskan Tempat Latihan Atlet Tetap Gratis!

M Hafiz Alfaruqi • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:47 WIB
Disporapar Kota Samarinda memastikan sejumlah fasilitas olahraga khusus untuk pembinaan atlet, seperti gedung anggar, taekwondo, pencak silat, hingga lapangan voli, bebas dari penarikan retribusi demi menggenjot prestasi di Porprov VIII Kaltim 2026. (FOTO: HAFIZ/KP)
Disporapar Kota Samarinda memastikan sejumlah fasilitas olahraga khusus untuk pembinaan atlet, seperti gedung anggar, taekwondo, pencak silat, hingga lapangan voli, bebas dari penarikan retribusi demi menggenjot prestasi di Porprov VIII Kaltim 2026. (FOTO: HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penarikan retribusi terhadap sejumlah fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menuai perhatian. Namun, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memastikan tidak semua aset olahraga dikenakan tarif. Fasilitas yang digunakan atlet untuk pembinaan tetap digratiskan demi mendukung peningkatan prestasi.

Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin menjelaskan, retribusi hanya diberlakukan pada aset yang memang memiliki potensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti fasilitas di Stadion Segiri, Taman Cerdas, dan kawasan Polder Air Hitam.

"Teman-teman harus memahami bahwa ada aset pemerintah yang memang dikomersialkan karena berpotensi menghasilkan PAD. Tetapi ada juga fasilitas yang khusus untuk pembinaan atlet dan itu tidak dipungut retribusi," ujarnya, Jumat (3/7).

Sejumlah venue latihan seperti gedung anggar, taekwondo, pencak silat, hingga lapangan voli yang digunakan atlet dipastikan bebas biaya. Kebijakan itu diberikan agar para atlet dapat fokus berlatih tanpa terbebani biaya penggunaan fasilitas.

"Kalau untuk pembinaan atlet dalam rangka persiapan Porprov memang kita gratiskan. Atlet tidak punya anggaran untuk membayar tempat latihan. Bahkan untuk berangkat latihan saja kadang masih meminta bantuan orang tua," jelasnya.

Baca Juga: Bukan Soal Dana, DPPKB Samarinda Ungkap Faktor Utama Penyebab Stunting Sulit Ditekan

Muslimin menilai penyediaan sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab pemerintah apabila menginginkan prestasi olahraga terus meningkat. Menurutnya, target meraih medali tidak akan tercapai jika kebutuhan dasar atlet tidak dipenuhi.

Ia menyebut dukungan yang diperlukan bukan hanya tempat latihan, tetapi juga peralatan, vitamin, pakaian, hingga uang saku atlet. Seluruh kebutuhan tersebut masih terus diupayakan melalui penganggaran pemerintah daerah.

Saat ini, Disporapar tengah mempersiapkan kontingen Kota Samarinda menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026. "Anggaran Porprov masih dalam pembahasan. Mudah-mudahan mendapat dukungan dari Bapak Wali Kota sehingga kontingen Samarinda dapat diberangkatkan untuk mengikuti Porprov nanti," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Retribusi fasilitas olahraga Samarinda #Fasilitas olahraga gratis Samarinda #Disporapar Samarinda