SAMARINDA- Suara tawa anak-anak memecah pagi di tepian Sungai Karang Mumus (SKM), Minggu (5/7). Libur sekolah kali ini tidak mereka habiskan dengan bermain di sekitar rumah. Puluhan anak dari kawasan Jalan Gelatik 1, Kelurahan Temindung Permai, justru memulai hari dengan mengenakan sepatu olahraga, lalu berlari bersama menuju Taman Cerdas (Edupark) di Jalan Ruhui Rahayu.
Mereka dijemput oleh relawan ASN Mengajar Samarinda dan komunitas lari SMDRUN. Dari titik kumpul di Langgar Nur Hidayah, rombongan menyusuri Jalan Gelatik, Jalan Belatuk, hingga Jalan S Parman menuju Taman Cerdas. Jarak sekitar dua kilometer itu ditempuh dengan penuh semangat. Sebagian anak berlari di depan, lainnya berjalan santai sambil ditemani orang tua dan para relawan.
Sesampainya di Taman Cerdas, anak-anak langsung mengikuti berbagai permainan, aktivitas kelompok, hingga edukasi mengenai pentingnya berolahraga. Seluruh kegiatan dipandu anggota ASN Mengajar dan SMDRUN yang sehari-hari juga aktif mengampanyekan gaya hidup sehat.
Ketua ASN Mengajar Samarinda Sheila Medina, yang akrab disapa Ola, menjelaskan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memberikan pengalaman berbeda selama masa libur sekolah. Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajak bergerak aktif, tetapi juga dikenalkan pada kebiasaan hidup sehat melalui cara yang menyenangkan.
"Hari ini kami berkolaborasi dengan SMDRUN. Karena adik-adik sedang libur sekolah, kami ingin memberikan pengalaman liburan yang berbeda. Semoga mereka semakin termotivasi untuk berolahraga dan menjalani pola hidup sehat," ujarnya.
Ola, yang juga merupakan aparatur sipil negara di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, mengatakan ASN Mengajar merupakan komunitas yang tidak hanya beranggotakan ASN. Mahasiswa hingga pekerja swasta turut bergabung menjadi relawan mengajar bagi anak-anak di kawasan marginal Kota Samarinda.
“Fokus utama kami adalah meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Dalam sebulan, kegiatan belajar digelar dua kali,” terangnya.
Saat ini pembinaan masih dipusatkan di kawasan Jalan Gelatik. Namun, Ola berharap ke depan gerakan tersebut mampu menjangkau lebih banyak anak, termasuk membantu mereka yang belum bersekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan.
“Bagi kami kegiatan ini itu bukan sekadar olahraga, melainkan langkah kecil membuka ruang belajar dan harapan baru bagi anak-anak tepian Sungai Karang Mumus,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani